Monitoring Suhu dan Kelembaban Menggunakan Mikrokontroler ATMega328 pada Proses Dekomposisi Pupuk Kompos

Vandra Diza K, Zulhelmi ., Mohd. Syaryadhi

Abstrak


Abstrak— Dalam proses pembuatan pupuk kompos terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi tingkat kematangan pupuk diantaranya adalah faktor suhu dan kelembaban. Suhu yang dianjurkan untuk melakukan proses dekomposisi (pembusukan) ialah 38ºC sedangkan untuk kelembaban 60%. Pada set point tersebut aktifitas mikroorganisme yang membantu proses pembusukan dapat bekerja secara optimal. Dalam beberapa kasus, pemantauan suhu dan kelembaban pada proses dekomposisi dilakukan secara manual dan mengikuti kebiasaan para petani, sehingga waktu dan kinerja pembudidaya tidak efisien. Maka untuk mengatasi permasalahan tersebut pada penelitian ini akan dirancang suatu sistem yang dapat memantau suhu dan kelembaban secara otomatis menggunakan sensor suhu DS18B20 dan sensor kelembaban tanah DFRobots V2 (Soil Moisture). Dalam implementasinya, probe sensor tersebut dibenamkan kedalam tumpukan pupuk kompos, kemudian sensor akan mendeteksi suhu dan kelembaban tumpukan kompos tersebut. Data yang didapatkan sensor diubah kedalam bentuk digital oleh ADC pada mikrokontroler. Dengan menggunakan sistem ini pemantauan telah dilakukan secara otomatis dan didapatkan informasi tentang suhu serta kelembaban mulai dari tahap pencampuran bahan, dekomposisi hingga pupuk matang.

 

Kata Kunci—Pemantauan, Set Point, Pematangan, Dekomposisi, Soil Moisture,  Kompos, ADC, Mikrokontroler


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.