Simulasi Relai Arus Lebih Standar Invers Dengan Beban Resistif

Fariz Mashuri, Syukriyadin Syukriyadin, Ira Devi Sara

Sari


Salah satu gangguan kelistrikan yang sering terjadi pada sistem tenaga listrik adalah gangguan arus lebih (overcurrent). Sebagai respon terhadap gangguan arus lebih maka diperlukan perangkat proteksi yang mampu mengatasi gangguan arus lebih tersebut. Salah satu perangkat proteksi yang menangani gangguan arus lebih adalah relai arus lebih (overcurrent relay). Dalam penelitian ini dilakukan simulasi relai arus lebih dengan karakteristik standar invers yang sesuai dengan standar IEC 60255 terhadap gangguan arus lebih akibat penggunaan beban resistif. Simulasi pada penelitian ini menggunakan software Proteus 8.6 yang pada software tersebut terdapat komponen-komponen yang dapat menunjang dilakukannya simulasi seperti mikrokontroler Arduino, sensor arus, sakelar elektromagnetik, dan beban resistif.Pada simulasi dilakukan pengaturan arus sebesar 1 A dan time multiplier setting (TMS) 0.1 hingga 0.4. Ketika simulasi arus gangguan sebesar 2 A didapatkan waktu operasi relai sebesar 1010 ms pada pengaturan TMS 0.1 dan 4055 ms pada pengaturan TMS 0.4. Ketika simulasi arus gangguan sebesar 5 A didapatkan waktu operasi relai sebesar 431 ms pada pengaturan TMS 0.1 dan 1753 ms pada pengaturan TMS 0.4. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa relai arus lebih yang disimulasikan berkerja sesuai dengan karakteristik standar invers standar IEC 60255.

 

Kata Kunci: Relai arus lebih, ACS 712, Proteus 8.6, Arduino, arus lebih, IEC 60255, sakelar elektromagnetik.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Elektro dan Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Creative Commons License 

Kitektro is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.