Hak-Hak Anak dalam Kegiatan Penyiaran Televisi

Wardah Wardah

Abstract


ABSTRAK. Undang-Undang Perlindungan Anak menegaskan bahwa pertanggungjawaban orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara terus-menerus demi terlindunginya hak-hak anak. Kalau ditilik secara cermat, pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, tampak adanya kesadaran dari pembuat undang-undang untuk melindungi masyarakat/ konsumen penyiaran dari ekses-ekses negatif yang kemungkinan akan timbul. Terlepas dari kontroversi dari UU Penyiaran, yang banyak mendapat kritikan dari penyelenggara jasa siaran tentang terkekangnya kebebasan dalam menyelenggarakan jasa siaran, namun kalau dilihat dari sisi perlindungan yang diberikan oleh undang-undang ini terhadap masyarakat dan konsumen anak pada umumnya juga belum  memadai.

 

Children's Rights Activity in Television Broadcasting

 

ABSTRACT. Child Protection Act confirms that the responsibility of parents, families, communities, governments, and the state is a series of activities carried out continuously for the sake of protection of children's rights. If we scrutinize carefully, the Law No. 32 of 2002 on Broadcasting, appears the awareness of legislators to protect the public / consumer broadcasting of negative excess that is likely to arise. Regardless of the controversy of the Law No. 32 of 2002 on Broadcasting, which heavily criticized the organizers of the broadcast services on terkekangnya freedom in organizing broadcast services, but judging from the protection afforded by this Law to the public and consumers of children in general is inadequate.


Keywords


hak anak; kegiatan penyiaran; rights of the child, broadcasting activity.

Full Text:

PDF

References


Chen Milton, 1996, Anak-Anak & Televisi, PT. Gramedia, Jakarta.

Dedi Mulyana dan Idi Subandi Ibrahim (ed.), 1987, Bercinta Dengan Televisi, Remaja Rosdakarya, Bandung.

D.O. Sears, J.L. Freedman dan A.L. Peplau, 1994, Psikologi Sosial Jilid 2, Erlangga, Jakarta.

E.B. Hurlock, 1994, Psikologi Perkembangan, Erlangga, Jakarta.

E.B.Hurlock, 1995, Perkembangan Anak, Erlangga, Jakarta.

G. Comstock, S. Chaffe, N. Katzman, M.McCombs dan D.Roberts, 1978, Television and Human Behavior, Columbia University Press, New York.

Ima Susilowati (ed.), 2003, Pengertian Konvensi Hak Anak, UNICEF, Jakarta.

Jalaluddin Rakhmat, 1996, Psikologi Komunikasi, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.

J. Condy, 1989, The Psychology of Television, Lawrence Erlbaum Associates Publishers, New Jersey.

J.P. Murray, 1999, Television Violence, Psychological Journal, New York.

Khairunnisa, 1997, Pengaruh Tayangan Film Anak-Anak Terhadap Perilaku Agresif Pada Anak Usia 3-5 Tahun,Skripsi, IKIP, Jakarta.

M. Farid, 2003, “Anak, Guru Yang Tak Banyak Bicara,” Tarbawi (1 Mei).

M.Farid (ed.), 2003, Pengertian Konvensi Hak Anak, Enka Parahiyangan, Bandung.

R.N. Bostrom, 1983, Communication Year Book 7, Sage Publication, London.

Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (LN No. 109 tahun 2002, TLN No. 4235).

Tim Penyusun Kamus Besar Depdibud, 1996, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




KANUN : Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Published by: 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1, Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.