Analisis Penyelesaian Hareuta Peunulang Menurut Hukum Adat dan Hukum Islam di Kota Banda Aceh

Ilyas Ilyas

Abstract


ABSTRAK. Pemberian harta peunulang biasanya dilakukan pada saat peumengkleh, yang menurut adat terjadi dalam rumah tangga yaitu keluarga pihak orang tua dengan anak-anaknya yang lain dan keluarga anak perempuan dengan suami dan anak-anaknya. Ketika dilakukan peumengkleh, kepada anak perempuan tersebut diberikan harta oleh orang tuanya sebagai bekal membina rumah tangga baru. Bekal yang diberi tersebut, dalam bahasa Aceh disebut dengan peunelang. Semenjak peumengkleh dilaksanakan, saat itu juga sudah terjadi peralihan hak milik atas harta, yaitu dari orang tua isteri kepada anaknya. Harta ini menjadi hak milik anak perempuan sepenuhnya, sedangkan suami mengurusi dan menikmati hasilnya bersama isteri dan anak-anaknya. Kenyataan terjadi, bahwa sebagian masyarakat memberikan harta peunulang untuk anak perempuan lebih banyak dibandingkan dengan anak laki-laki sebelum harta warisan dibagi. Peralihan hak milik dari orang tua kepada anak perempuan lebih banyak dibandingkan dengan anak laki-laki tidak menimbulkan sengketa ketika orang tuanya masih hidup. Perselisihan baru timbul setelah orang tua yang telah memberikan hareuta peunulang meninggal dunia. Dari hasil penelitian diketahui sepanjang tahun 2007-2012 terdapat enam kasus perselisihan hareuta peunulang yang diselesaikan melalui Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dan empat kasus melalui keuchik tempat letaknya harta peunulang tersebut.

 

An Analysis on Settling Inheritance in Accordance with Customary and Islamic Laws in Banda Aceh

 

ABSTRACT. The provision of inheritance is done through the separation, according to the custom happening in the family that is the parent and their children and the family of daughters, husband and children. When the separation is being conducted, the daughter is given the property by the parent as the capital for beginning the life. The property is called as peuneulang in Acehnese. Since it is being tranfeering, the assets are tranferred from the parent to the doughter. It belongs to her while a husband is managing the aseet for her wife and children. There is the fact that the doughter gets more property than the son before the assets shared. The transfer of the asset from the parents to the doughter has coused problem when the parent still alive. The problems arised when the parent die. The research shows that from 2007-2012 there are six cases of the assets dispute solved by Mahkamah Syariyah Banda Aceh and four cases through the head of village where the property placed.


Keywords


penyelesaian hareuta peunulang; hukum adat; hukum islam; inheritaance settlement; customary law; islamic law.

Full Text:

PDF

References


Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Islam, 1996, Bahan Penyuluhan Hukum, Proyek Penyuluhan Hukum Agama Departemen Agama RI, Jakarta.

Hasballah Bakri, 1978, Kumpulan Lengkap Undang-Undang dan Peraturan Perkawinan di Indonesia, Djambatan, Jakarta.

M. Yahya Harahap, 1989, Ruang Lingkup Permasalahan Eksekusi Pidana Perdata, PT. Gramedia, Jakarta.

Majelis Permusyawaratan Ulama, 2006, Modul Tata Cara Penyelesaian Hak Waris/ Pembagian Harta Warisan dalam Masyarakat Aceh, MPU, Banda Aceh.

Sayyid Sabiq, 1988, Fikih Sunnah, Jilid 14 (Terjemahan: Drs. Mudzakir AS), PT. Al-Ma’rif, Bandung.

Snouck Hugronje, 1985, Aceh Dimata Kolonialis, Jilid I, Terj. Singarimbun, Ng. Maimoen, S. & Kustiniyati Muchtar, Yayasan Soko Guru, Jakarta.

Syahrizal, Hukum Adat dan Hukum Islam di Indonesia: Refleksi Terhadap Beberapa Bentuk Integrasi Hukum dalam Bidang Kewarisan di Aceh, Prenada, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




KANUN : Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Published by: 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1, Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.