Efektivitas Peraturan Perundang-Undangan dalam Bidang Pengelolaan Kawasan Rawa Tripa

Muhammad Nahyan Zulfikar, Aminah Aminah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan paradigma antroposentrisme menuju paradigma ekosentrisme dan efektivitas peraturan perundang-undangan dibi-dang lingkungan hidup di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paradigma ekosentrisme merupakan sebuah solusi yang tepat terhadap krisis pemikiran saat ini. Pada dasarnya, alam sama pentingnya dengan manusia. Pasal 87 ayat (1) UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah mengakomodir konsepsi pencemar membayar. Namun pada tataran implementasinya, dari 11 kasus pembakaran hutan di Indonesia, salah satunya di Provinsi Aceh yaitu, pembakaran hutan lindung Rawa Tripa sebagai-mana yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Aceh dengan Qanun No. 19 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh 2013-2033 kawasan lindung Aceh di Kabupaten Nagan Raya oleh PT. Kalista Alam yang sudah diputuskan oleh pengadilan dari tingkat pertama sampai upaya hukum luar biasa masih belum dieksekusi oleh pengadilan.

 

The Effectiveness of Laws and Regulations in Managing Tripa Swamp Area

 

This study aims to analyze the change of anthropocentrism paradigm towards the ecocentrism paradigm and the effectiveness of environmental legislation in Aceh Province. This study uses a normative legal research method with a statutory and case approach. The results showed that the ecocentrism paradigm is an appropriate solution to the current crisis of thought. Basically nature is as important as humans. Article 87 paragraph (1) of Law No. 32/2009 concerning Environmental Management has accommodated the concept of paying pollutants. However, at the implementation level, one of 11 cases of forest fires in Indonesia occurred in Aceh Province, namely the burning of Tripa Swamp forest in which the area has been determined by the Aceh Government by Qanun No. 19/2013 concerning Aceh regional spatial plan 2013-2033 as the protected area (kawasan lindung) in Nagan Raya Regency. The case of forest fires by PT. Kalista Alam has been decided by the court from the first instance to extraordinary legal remedies but it has not been executed by the court.


Keywords


efektivitas hukum; lingkungan hidup; rawa tripa; provinsi aceh; law effectiveness; the environment; tripa swamp; aceh province.

Full Text:

PDF

References


Buku-buku

Abdullah, O. S. (2017). Ekologi Manusia dan Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta: Gramedia.

Asshiddiqie, J. (2004). Perihal Undang-Undang. Jakarta: Rajawali Pers.

BPS. (2019). Statistik Lingkungan Hidup Indonesia. Jakarta. BPS Indonesia.

Damanik, K. I., Lubis, E., Siregar, T. R., Nilasari, I., Khairuddin, A., Mufti, N., & Ningsih, S. (2010). Otonomi Daerah, Etnonasionalisme, dan Masa Depan Indonesia: Berapa Persen Lagi Tanah dan Air Nusantara Milik Rakyat. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Diantha, I. M. P., & SH, M. (2016). Metodologi Penelitian Hukum Normatif dalam Justifikasi Teori Hukum. Jakarta: Prenada Media.

Efendi, J. & Ibrahim, J. (2018). Metode Penelitian Hukum Normatif dan Empiris. Depok: Prenada Media Group.

Febrianto, A. (2016). Antropologi Ekologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Kencana.

Huda, N. M. (2007). Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Huda, N. M. (2015). Desentralisasi Asimetris dalam NKRI Kajian terhadap Daerah Istimewa, Daerah Khusus, dan Otonomi Khusus. Bandung: Nusa Media.

Keraf, A. S. (2014). Filsafat Lingkungan Hidup Alam sebagai Sebuah Sistem Kehidupan Bersama Fritjof Capra. Yogyakarta: Kanisius.

KY. (2012). Dialektika Pembaruan Sistem Hukum Indonesia, Bunga Rampai. Jakarta: Sekretariat Komisi Yudisial RI.

Manik, K. E. S. (2018). Pengelolaan lingkungan hidup. Jakarta: Kencana.

Mukhlis. (2019). Buku Ajar Hukum Lingkungan. Surabaya: Scopindo Media Pustaka.

Rahmadi, T. (2013). Hukum Lingkungan di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Sesung, R. (2013). Hukum Otonomi Daerah Negara Kesatuan, Daerah Istimewa, dan Daerah Otonomi Khusus. Bandung: Refika Aditama.

Soekanto, S. (2014). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta:Rajawali Pers.

Suteki. (2015). Masa Depan Hukum Progresif. Yogyakarta: Thafa Media.

Wahid, A. Y. (2018). Pengantar Hukum Lingkungan. Jakarta: Kencana.

Warassih, E. (2005). Pranata Hukum Sebuah Telaah Sosiologis, Semarang: Suryandaru Utama.

Wijoyo, S. (2017). Buku Ajar Hukum Perlindungan Lingkungan Hidup. Surabaya: Airlangga University Press.

Artikel Jurnal

Agus, F., & Subiksa, I. M. (2008). Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF). 5(1).

Arnita, A. (2012). Kewenangan Pemerintah Aceh dalam Bidang Pengelolaan Hutan di Provinsi Aceh. Kanun: Jurnal Ilmu Hukum, 14(2): 233-248.

Cahyaningrum, D. (2017). Penggunaan Prinsip Tanggung Jawab Mutlak (Strict Liability) dalam Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan. Majalah Info Singkat Hukum, 9(4).

Ginoga, K. L., Lugina, M., & Djaenudin, D. (2005). Kajian Kebijakan Pengelolaan Hutan Lindung. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 2(2): 169-194.

Rizka, S., Muchlisin, Z. A., Akyun, Q., Fadli, N., Dewiyanti, I., & Halim, A. (2016). Komunitas Makrozoobentos di Perairan Estuaria Rawa Gambut Tripa Provinsi Aceh, 1(1): 134-145.

Seerden, R. J. G. H., Heldeweg, M. A., & Deketelaere, K. R. (2002). Public Environmental Law in the European Union and the United States, A Comparative Analysis. Comparative Environmental Law & Policy Series, 5(1).

Sodikin, S. (2010). Penegakan Hukum Lingkungan menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 12(3): 543-563.

Sufardi, Manfarizah, & Khairullah. (2016). Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Perkebunan Kelapa Sawit di Areal Hutan Rawa Gambut Tripa Provinsi Aceh: Kendala dan Solusi. Pertanian Tropik, 3(3): 266-277.

Sulaiman. (2018). Paradigma dalam Penelitian Hukum. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 19(2): 255-272.

Sutoyo, S. (2013). Paradigma Perlindungan Lingkungan Hidup. ADIL: Jurnal Hukum, 4(1): 192-206.

Thamrin, H. (2013). Paradigma Pengelolaan Lingkungan (Antripocentric Versus Ekocentric). Kutubkhanah, 16(2): 61-72.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Qanun Aceh No. 19 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh Tahun 2013-2033.

Putusan Pengadilan

Putusan PN Meulaboh No. 16/Pdt.G/2017/PN.Mbo.

Putusan Peninjauan Kembali MA No.1 PK/Pdt/2017.

Putusan Kasasi MA No. 651 K/Pdt/2015.

Putusan Banding PT.BNA No. 50/PDT/2014.

Putusan Tingkat Pertama PN.MBO No. 12/PDT.G/2012.




DOI: https://doi.org/10.24815/kanun.v22i2.17118

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




KANUN : Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Published by: 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1, Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.