Meningkatnya Cerai Gugat Pada Mahkamah Syar’iyah

Muzakkir Abubakar

Abstract


Penelitian ini ingin menjawab fenomena cerai gugat yang diajukan oleh istri terhadap suaminya  melalui lembaga pengadilan yang terus meningkat dari tahun ke tahun dibandingkan dengan gugatan talak yang diajukan oleh pihak suami terhadap istrinya. Cerai gugat atau gugatan talak melalui lembaga pengadilan memiliki dampak yang cukup besar, baik terhadap para pihak itu sendiri maupun terhadap anak-anak dan keluarganya yang lain. Dengan melakukan studi dokumen diketahui bahwa faktor penyebab terjadinya cerai gugat sangat bervariasi sesuai dengan kasusnya masing-masing, yaitu karena tidak adanya keharmonisan dalam keluarga yang menyebabkan terjadinya perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus, adanya pemahaman tentang kesamaan hak antara suami isteri (isu gender) sehingga harus mendapat perlindungan hukum, adanya pergeseran nilai kearah modernisasi yang merupakan pengaruh budaya luar yang menganggap perkawinan sebagai salah satu bentuk hubungan perdata, meningkatnya kesadaran hukum perempuan akan hak-hak dalam perkawinan dan rumah tangga, adanya payung hukum bagi perempuan dalam mempertahankan hak-haknya yang diatur secara normatif dan dinilai memiliki andil dalam peningkatan kesadaran akan hak-hak perempuan (isteri).

 

Increased Divorce in the Syari’ah Court

 

This study aims to answer the phenomenon of divorce which is filed by the wife through a court that continues to increase from year to year compared to divorce lawsuits filed by the husband. Divorce through a court has a considerable impact, both on the parties and on the children and other families. By conducting a document study, the research found that the factors causing the divorce are due to: lack of harmony in the family which causes ongoing disputes and quarrels; an understanding of equal rights between husband and wife (gender issues) so that both must receive legal protection; the existence of shifting values towards modernization which is an influence of external culture that considers marriage as a form of civil relations so that increasing women's legal awareness of rights in marriage and the household; there is a law for women in defending their rights that are normatively regulated and assessed has a stake in raising awareness of women's (wife's) rights.


Keywords


mahkamah syar’iyah; gugat cerai; perkawinan; syari’ah court, divorce, marriage.

Full Text:

PDF

References


Buku-buku

Ibrahim, I. (2006). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normaif. Malang: Banyumedia Publishing.

Rahardjo, S. (2000). Ilmu Hukum. Bandung: PT Citra ditya Bakti.

Ramulyo, I. (1996). Hukum Perkawinan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Soebani, B.A. (2008). Perkawinan dalam Hukum Islam dan Undang-Undang. Bandung: Pustaka Setia.

Soekanto, S. & Mamudji, S. (2011). Penelitian Hukum Normaif Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sudarsono. (1991). Hukum Keluarga Nasional. Jakarta: Rineke Cipta.

Susilo, B. (2007). Prosedur Gugatan Cerai. Yogyakarta: Pusaka Yustisia.

Syaifuddin. (2012). Hukum Perceraian. Palembang: Sinar Grafika.

Artikel Jurnal

Andaryuni, L. (2017). Pemahaman Gender dan Tingginya Angka Cerai Gugat di Pengadilan Agama Samarinda. Fenomena, 9(1).

Arifin, J. (2017). Tingginya Angka Cerai Gugat di Pengadilan Agama Pekanbaru dan Relevansinya dengan Konsep Kesetaraan Gender, Marwah. Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 16(2).

Azizah, L. (2012). Analisis Perceraian dalam Kompilasi Hukum Islam, Jurnal Al’Adalah, 10(4).

Emaningsih, W. (2019). Polemik dan Isu Gender dalam Kasus Perceraian di Kota Pelembang, http://eprints.unsri.ac.id/2178/1/Polemik_Dan_Isu_Gender_dalam_Kasus_Perceraian_di_Kota_ Palembang.pdf. Diakses tanggal 20 Januari 2019.

Jamil, A. (2015). Isu dan Realitas Dibalik Tingginya Angka Cerai Gugat di Indramayu. Jurnal Multikultural dan Multireligius, 14 (2).

Hasil Penelitian

Abubakar, M. (2018). Integrasi Mediasi sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa pada Mahkamah Syar’iah Aceh dalam Sistem Peradilan Nasional. Disertasi. Banda Aceh: Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Astuti, R. D. (2019). Perceraian dalam Perspektif Gender (Studi Deskriptif Kualitatif tentang Latar Belakang Perempuan yang melakukan Gugatan Cerai terhadap Suaminya di Kota Surabaya). Tesis. Surabaya: Universitas Airlangga.

Muhammad, S (2019). Faktor-faktor Penyebab Tingginya Perkara Cerai Gugat (Studi Perkara di Pengadilan Agama Bantul tahun 2013-2015). Tesis. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Berita Suratkabar/Online

Usman, A. (2019). Kasus Perceraian di Banda Aceh Terus Meningkat. Diunduh dari link http://modusaceh.co/cews/kasus-prceraian-di-banda-aceh-erus-meningkat/index.html.




DOI: https://doi.org/10.24815/kanun.v22i2.16103

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




KANUN : Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Published by: 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1, Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.