APLIKASI PUPUK BORON DAN PENGAYAAN TRICHODERMA PADA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI VARIETAS CABAI BESAR (Capsicum annuum L.)

Rahmansyah Dermawan

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi beberapa varietas tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) dengan aplikasi pemupukan mikro Boron dan pengayaan Trichoderma. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar dan berlangsung dari bulan Juni-September 2017 dalam bentuk percobaan rancangan petak terpisah (RPT) faktorial dengan 2 faktor. Sebagai petak utama adalah varietas cabai besar yang terdiri dari varietas Karina (V1), varietas Tombak (V2), dan varietas Panex 100 F1(V3). Anak petak adalah kombinasi pengayaan Trichoderma dan pemupukan mikro Boron yang terdiri dari 6 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas secara nyata menunjukkan perbedaan pertumbuhan yakni pada jumlah cabang produktif dengan jumlah terbanyak ditunjukkan oleh varietas Karina (58,54 buah) dan bobot basah dan bobot kering akar tertinggi oleh varietas Panex 100 yakni masing-masing 6,67 g dan 4,83 g. Pada komponen produksi, varietas Karina secara nyata menunjukkan hasil tertinggi pada jumlah buah per tanaman (51,09 buah) dan panjang buah per tanaman pada umur panen 90 HST (10,69 cm) dan 100 HST (10,68 cm). Kombinasi aplikasi pupuk Boron-Trichoderma secara nyata meningkatkan panjang buah per tanaman pada umur panen 110 HST (9,93 cm) dengan perlakuan terbaik diperoleh oleh aplikasi Trichoderma asperellum 4 g tan-1 + Boron 1 mg L-1.   

 

Kata Kunci : Boron, Trichoderma sp., Capsicum annuum L.,  Varietas


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Alloway, B.J. 2008. Micronutriens deficiencies in global crop production. http://link.springer.com/chapter/10.1007%f978-1-4020-6860-7_1. Diakses 4 April 2018.

Alqamari. 2016. Pertumbuhan Dan Hasil 3 Varietas cabai Merah ( Capsicum Annuum L. Dengan Aplikasi Kalium Sulfat. Jurnal Pertanian Tropik ISSN Online No : 2356-4725 Vol.3, No.3. Desember 2016. (28) : 249- 255.

Ashari, S. dan S. Andi. 2000. Pertumbuhan dan hasil dua varietas mentimun (Cucumis sativusL.). Jurnal ilmu-ilmu hayati. Universitas Brawijaya. Malang.

Asnijar. 2013. Pengaruh Varietas Dan Konsentrasi Pupuk Bayfolan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Jurnal Agrista Vol. 17 No. 2.

BPS.2013.http://www.bps.go.id/hasil_publikasi/SI_2013/index3.php?pub=Statistik+Indonesia+2013. Diakses pada tanggal 15 Juni 2017.

Dunn, D., G. Stevens and A. Kendig. 2005. Boron fertilization of Rice with Soil and Foliar Applications. J. Plant Management Network (9): 4-13.

Harman GE. 2000. Trichoderma spp.http://www.nysaes.cornell.edu.. Fermented Foods for Technology Development and Food Safety, Kasetsart University.

Harpenas A. dan Dermawan R. 2011. Budidaya Cabai Unggul. 2011. Jakarta: PT. Penebar Swadaya. 107p.

Hassan, S.A., R.Z. Abidin, and M.F. Ramlan. 1995. Growth and yield of chilli (Capsicum annuum L.) in response to mulching and potassium fertilization. Pertanika J. Trop. Agric. Sci. 18(2):113-117.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2016. Statistik Pertanian 2016. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Jakarta. 358 p. ISBN:979-8958-65-9.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2017. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Hortikultura di Indonesia. http://pertanian.go.id/indikator/tabel-2-prod-lspn-prodvitas-horti.pdf. Diakses 4 Maret 2017.

López-Bucio, J., R. Pelagio-Flores and A. Herrera-Estrella. 2015. Trichoderma as biostimulant: exploiting the multilevel properties of a plant beneficial fungus. Scientia Horticulturae 196:109-123.

Mardhiansyah. 2007. Potensi Trichoderma spp. Pada pengomposan Sampah Organik Sebagai Media Tumbuh dalam Mendukung Daya Hidup Semai Tusam. Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Riau. Vol:6, No.1, 29-33.

Moekasan, TK. dan L. Prabaningrum. 2012. Penggunaan Rumah Kasa untuk Mengatasi Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan pada Tanaman Cabai Merah di Dataran Rendah. J. Hort. 22(1):65-75.

Muslim, A., K. Palimanan, H. Hamidson, A. Salim dan N. Anwar, 2014. Evaluasi Trichoderma dalam Mengendalikan Penyakit Rebah Kecambah Tanaman Cabai. J. Fitopatologi Indonesia 10 (3): 73–80.

Prayudi, B. 2010. Budidaya dan Pasca Panen Cabai Merah (Capsicum annum L.). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Jawa Tengah.

Sumarni, N dan Muharam, A. 2003. Budidaya Cabai Merah, Balai Penelitian Tanaman Sayuran.Lembang.

Sutedjo, M. M. 2010. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: PT. Rieneka Cipta.

Syukur M, Sujiprihati S, Koswara J, Widodo. 2007. Pewarisan ketahanan cabai (Capsicum annuum L.) terhadap antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum acutatum. Bul Agron. 35:112–117.

Syukur M, Yunianti R, Dermawan R. 2017. Budidaya Cabai: Panen Setiap Hari. Jakarta: PT. Penebar Swadaya. 148p.

Taiz, L. dan Zieger, E. 2002. Plant Physiology. 3rd Edition. Sinauer Associates. 690 p.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN / E-ISSN1907-2686 / 2597-9108
Copyright © 2018 Program Studi Agroteknologi
Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.