Studi keanekaragaman ikan gelodok (Famili: Gobiidae) pada muara Sungai Maro dan Kawasan Mangrove Pantai Kembapi, Merauke

Modesta Ranny Maturbongs, Siska Elviana, Sunarni Sunarni, Dominggus deFretes

Abstract


Mudskipper is one species of fish that lives in the estuary area and they have adaptations to two different habitats. The aims of the study was determine the species composition, diversity and abundance of mudskipper species in estuary areas with different locations, namely in the estuary and mangrove areas of Kembapi Beach. Sampling was carried out at low tide, carried out by using a wire mesh tool that was designed separately and manually using hands. The results of research on both research stations were obtained 4 genera and 7 species of mudskipper namely Boleophthalmus boddarti, B. pectinirostris, Oxuderces dentatus, Periophthalmus argentilineatus, P. malaccensis, P. takita and Scartelaos histophorus. Station II in the mangrove area of Kambapi Beach has the highest relative abundance with a percentage of 63.24% obtained from the type of Boleophthalmus boddarti. On the contrary, at station I in the Maro River estuary area, the highest relative abundance was also of the type B. boddarti with a percentage of 32.95%. The range of diversity index values at station I is 0.24 - 1.41 indicating the level of moderate diversity. Station II range of the diversity index during the study ranged from 0.08 to 0.66. The average dominance value at both stations is station I at 0.56 and station II at 0.71.

Ikan gelodok merupakan salah satu spesies ikan yang hidup pada daerah estuari dan memiliki adaptasi terhadap dua habitat yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman dan kelimpahan spesies ikan gelodok pada daerah estuari dengan lokasi yang berbeda yaitu pada daerah muara sungai dan kawasan mangrove Pantai Kembapi. Pengambilan sampel  dilakukan pada saat air surut, dilakukan dengan menggunakan alat bubu dari kawat ram yang didesain tersendiri dan secara manual yakni dengan menggunakan tangan. Hasil penelitian pada kedua stasiun penelitian diperoleh sebanyak 4 genus  dan 7 spesies ikan gelodok yaitu  Boleophthalmus boddarti, B. pectinirostris, Oxuderces dentatus, Periophthalmus argentilineatus, P. malaccensis, P. takita dan Scartelaos histophorus. Stasiun II di kawasan mangrove Pantai Kambapi memiliki kelimpahan relatif tertinggi dengan presentase sebesar 63,24% diperoleh dari jenis Boleophthalmus boddarti. Sebaliknya pada stasiun I di daerah muara Sungai Maro,  kelimpahan relative tertinggi juga dari jenis Boleophthalmus boddarti dengan presentase sebesar 32,95%. Kisaran nilai indeks keanekaragaman pada stasiun I sebesar 0,24 – 1,41 menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang. Satasiun II kisaran indeks keanekaragaman selama penelitian antara 0,08 – 0,66. Rata-rata nilai dominansi pada kedua stasiun yaitu stasiun I sebesar 0,56 dan stasiun II sebesar 0,71.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.13170/depik.7.2.9012

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



.....................................................................................................................................................................................................................................

This work  is licensed under a Creative Commons Attribution-Non Commercial 4.0 International License (CC BY-NC 4.0).

Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is accredited by Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Republic of Indonesia starts from Volume 7 Number 3, 2018 based on decree letter (SK) No. 30 / E / KPT / 2019, November 11, 2019 (Sinta  2 Grade)