Kesesuaian budidaya keramba jaring apung (KJA) ikan kerapu di perairan Teluk Sabang Pulau Weh, Aceh

T. Faizul Anhar, Bambang Widigdo, Dewayany Sutrisno

Abstract


Weh Island is one of the coastal region that has high prospect in fisheries, one of it is floating net cage. Unfortunately, the unavailability of the classification zone for fish net culture and the oceanographic conditions of the coastal water become the main issues of the success of the fish net cage (KJA) culture activities.  The aim of this study is analyze suitability of floating net cage culture for grouper in Sabang Bay. The method use in this research is Inverse Distance Weighted (IDW) method. There were 10 water quality variabels measured, such as protection, bathimetry, water transparency, current velocity, temperature, salinity, pH, dissolved oxygen, nitrate and phosphate. Area suitability divided into three suitability criteria, i.e very suitable, suitable and not suitable were used to determine the suitability of floating net cage. The result of the analysis are obtained show that the area for grouper culture Sabang Bay covering 11.3 % or 9.08 Ha of Sabang Bay were classified as very suitable (S1), suitable class (S2) covering an area of 39.8 % or 32.08 Ha of Sabang Bay, and not suitable class (N) covering 49 % or 39.54 Ha of Sabang Bay. Based on this percentage can be concluded that some of the coastal of the Sabang Bay can be utilized as a floating net cage culture of grouper fish activities.

Keywords: Grouper culture, GIS, Suitability, Sabang Bay, Aceh Province

 

ABSTRAK

Pulau Weh merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Akan tetapi dengan belum tersedianya penentuan lokasi budidaya keramba jaring apung serta data kondisi perairan yang tersedia menjadi kendala utama dalam peningkatan keberhasilan dan pengembangan budidaya keramba jaring apung (KJA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luasan kesesuaian perairan budidaya keramba jaring apung ikan kerapu di perairan Teluk Sabang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Inverse Distance Weighted (IDW). Terdapat sepuluh parameter yang diukur, yaitu keterlindungan, kedalaman, kecerahan, kecepatan arus, suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, nitrat dan fosfat. Tingkat kesesuaian perairan dibagi menjadi 3 (tiga) kelas kesesuaian, yaitu sangat sesuai, sesuai dan tidak sesuai. Hasil analisis yang didapat menunjukkan bahwa luasan untuk budidaya ikan kerapu Teluk Sabang sangat sesuai (S1) seluas 9,08 % atau 11,3 Ha dari Teluk Sabang, kelas sesuai (S2) seluas 39,8 % atau 32,08 Ha dari Teluk Sabang, dan kelas tidak sesuai (N) seluas 49 % atau 39,54 Ha dari Teluk Sabang. Berdasarkan persentase tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian perairan Teluk Sabang dapat dimanfaatkan sebagai usaha budidaya keramba jaring apung ikan kerapu.

Kata kunciBudidaya ikan kerapu, SIG, Kesesuaian perairan, Teluk Sabang, Provinsi Aceh


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.13170/depik.9.2.15199

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



.....................................................................................................................................................................................................................................

This work  is licensed under a Creative Commons Attribution - 4.0 International Public License (CC BY - 4.0).

Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is accredited by Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Republic of Indonesia starts from Volume 7 Number 3, 2018 based on decree letter (SK) No. 30 / E / KPT / 2019, November 11, 2019 (Sinta  2 Grade)