Efikasi Beberapa Insektisida Nabati Untuk Mengendalikan Hama Pengisap Polong di Pertanaman Kedelai

Hendrival Hendrival, Latifah Latifah, Alfiatun Nisa

Abstract


ABSTRAK. Hama pengisap polong adalah hama utama yang dapat menyebabkan kehilangan hasil tanaman kedelai baik secara kualitas maupun kuantitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas insektisida botani pada beberapa varietas kedelai terhadap serangan hama pengisap polong tanaman kedelai. Species hama pengisap polong yang dijumpai pada tanaman kedelai di lapangan adalah: Riptortus linearis dan Nezara viridula.  Ada tiga jenis N. viridula yang teridentifikasi yaitu N. viridula var. torguata, N. viridula var. aurantiaca, dan N. viridula var. smaragdula.  Insektisida botani yang digunakan pada penelitian ini memiliki kemampuan yang bervariasi dalam mengendalikan hama pengisap polong pada tanaman kedelai.  Ekstrak daun Tephrosia vogelii dan Azadirachta indica dapat menurunkan intensitas kerusakan yang lebih ringan dan berimplikasi pada meningkatnya komponen hasil dibandingkan dengan menggunakan ekstrak daun dan bunga Lantana camara.  Ada perbedaan resistensi varietas Kipas Merah dan Anjasmoro terhadap kerusakan oleh hama pengisap polong yang ditunjukkan dalam hal perbedaan intensitas kerusakan, jumlah trikoma, dan hasil.  Tingkat kerusakan polong antara varietas Kipas Merah dan Anjasmoro disebabkan karakteristik dalam hal jumlah trikoma, luas permukaan polong, and jumlah polong per cabang. Jumlah trikoma pada varitas Kipas Merah adalah 41,6 trichomes/4 mm2 dan lebih banyak dibandingkan varietas Anjasmoro yaitu sebesar 29,1 trichomes/4 mm2

 

Efficacy Some Botanical Insecticides for Controlling Pest Pod Sucking in Soybean Fields

ABSTRACT. Pod sucking bugs are the important pest that can causing yield loss soybean on quality and quantity. The objectives of the research were to determine effectiveness botanical insecticides and using varieties to pod sucking bugs along with presentation yield soybean.  Species pod sucking bugs that identify to soybean plants at location research it is Riptortus linearis and Nezara viridula.  There are three kinds of N. viridula that identify that is N. viridula var. torguata, N. viridula var. aurantiaca, and N. viridula var. smaragdula.  The botanical insecticide that used in research be possessed of ability have variation in controlling pod sucking soybean.  Extract leaf Tephrosia vogelii and Azadirachta indica causing intensity damage that lower more as well as increase component yield than with extract leaf and flower Lantana camara.  The are difference resistance varieties Kipas Merah and Anjasmoro to damage pod sucking bugs that showed by difference intensity damage, number of trichomes, and yield.  Level damage pod effect injury sucking to varieties Kipas Merah and Anjasmoro diverse follow characteristics morphological at pods varieties soybean as number of trichomes, wide surface pod, and number pod per nodes.  Number of trichomes at varieties Kipas Merah that is 41,6 trichomes/4 mm2 many more than with varieties Anjasmoro that is 29,1 trichomes/4 mm2.

 


Keywords


hama pengisap polong; insektisida botani; kipas merah; anjasmoro; Pod sucking bugs; Insecticide botanical; varieties Kipas Merah

Full Text:

PDF

References


Adisarwanto, T. 2010. Strategi peningkatan produksi kedelai sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri dan mengurangi impor. Pengembangan Inovasi Pertanian 3(4): 319−331.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2005. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Kedelai. Departemen Pertanian, Jakarta.

Dadang. 1999. Sumber insektisida alami. Dalam: Nugroho, B.W., Dadang, & Prijono, D (editor). Bahan Pelatihan Pengembangan dan Pemanfaatan Insektisida Alami. Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu. Institut Pertanian Bogor, Bogor. hlm 8–20.

Deshmukhe, P.V., Hooli, A.A. & Holihosur, S.N. 2011. Effect of Lantana camara (L.) on growth, development and survival of tobacco caterpillar (Spodoptera litura Fabricius). Karnataka J. Agric. Sci. 24(2): 137–139.

Hendrival & Khaidir. 2012. Toksisitas ekstrak daun Lantana camara L. terhadap hama Plutella xylostella. Jurnal Floratek 7(1): 45–56.

Hollingworth, R.M. 2001. Inhibitor and uncouplers of mitochondrial oxidative phosphorylation. In: Krieger R, Doull, J., Ecobichon, D., Gammon, D., Hodgson, E., Reiter, L. & Ross, J., editor. Handbook of Pesticides Toxicology. Volume 2. Academic Press, San Diego.

Indiati, S.W. & Marwoto. 2008. Potensi ekstrak biji mimba sebagai insektisida nabati. Buletin Palawija 15: 9–14.

Koswanudin, D., Harnoto, & Samudra, I.M. 2008. Pengaruh ekstrak biji Lantana camara dan daun Aglaia odorata terhadap beberapa aspek biologi hama pengisap polong Riptortus linearis L. (Hemiptera: Alydidae) pada tanaman kedelai. hlm 286–295. Dalam: Effendi, B.S (eds.). Prosiding Simposium Revitalisasi Penerapan PHT dalam Praktek Pertanian yang Baik Menuju Sistem Pertanian yang Berkelanjutan, Sukamandi, 10–11 April 2007.

Lambert, N., Trouslot, M.F., Campa, C,N., & Chrestin, H. 1993. Production of rotenoids by heterotrophic and photomixotrophic cell cultures of Tephrosia vogelii. Phytochemistry 34: 1515–1520.

Martono, Hadipoentyanti, B.E. & Utomo, L. 2004. Plasma nutfah insektisida nabati. Perkembangan Teknologi XVI (1): 43–59.

Marwoto & Hardaningsih, S. 2007. Pengendalian hama terpadu pada tanaman kedelai. hlm.296–318. Dalam: Sumarno, Suyamto, Widjono, A., Hermanto, & Kasim, H (editor). Kedelai: Teknik Produksi dan Pengembangan. Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor..

Marwoto & Neering, K.E. 1992. Pengendalian hama kedelai dengan insektisida berdasarkan pemantauan. hlm. 59−65. Dalam: Marwoto, Saleh, N., Sunardi, & Winarto, A (editor). Risalah Lokakarya Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Kedelai, Malang 8−10 Agustus 1991. Balai Penelitian Tanaman Pangan, Malang.

Marwoto. 1992. Masalah pengendalian hama kedelai di tingkat petani. Di dalam: Marwoto, Saleh, N., Sunardi, & Winarto, A (editor). Risalah Lokakarya Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Kedelai, Malang 8−10 Agustus 1991. Balai Penelitian Tanaman Pangan, Malang. hlm. 37−43.

Marwoto, Suharsono, & Supriyatin. 1999. Hama Kedelai dan Komponen Alternatif dalam Pengendalian Hama Terpadu. Monograf No 4. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang.

Marwoto. 2006. Status hama pengisap polong kedelai Riptortus linearis dan cara pengendaliannya. Buletin Palawija 12: 69–74.

Marwoto. 2007. Dukungan pengendalian hama terpadu dalam program bangkit kedelai. Iptek Tanaman Pangan 2(1): 79−92.

Morallo-Rejesus, B. 1986. Botanical Insecticides Against the Diamondback Moth. Botanical Insecticides Against the Diamondback Moth. Department of Entomology. College of Agriculture University of the Philippines at Los Banos, College, Laguna, Philippines.

Minja, E.M., Silim, S.N., & Karuru, O.M. 2002. Efficacy of Tephrosia vogelii crude leaf extract on insects feeding on pigeonpea in Kenya. ICPN 9: 49-51.

Mordue (Luntz) J & Nisbet, A.J. 2000. Azadirachtin from the neem tree Azadirachta indica: its action against insects. An. Soc. Entomol. Brasil 29(4): 615–632.

Prijono, D. 1999a. Prospek dan strategi pemanfaatan insektisida alami dalam PHT. hlm. 1–7. Dalam: Nugroho, B.W., Dadang, & Prijono, D (editor). Bahan Pelatihan Pengembangan dan Pemanfaatan Insektisida Alami. Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Prijono, D. 1999b. Pemanfaatan insektisida alami di tingkat petani. Di dalam: Nugroho, B.W., Dadang, & Prijono, D (editor). Bahan Pelatihan Pengembangan dan Pemanfaatan Insektisida Alami. Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu. Institut Pertanian Bogor, Bogor. hlm. 82–84.

Schmutterer, H. 1990. Properties and potential of natural pesticides from neem tree, Azadirachta indica. Ann. Rev. Entomol. 35: 271–295.

Sousa, E.O & Costa, J.G.M. 2012. Genus Lantana: chemical aspects and biological activities. Brazilian Journal of Pharmacognosy 22(1): 1–26.

Sudaryanto, T. & Swastika, D.K.S. 2007. Ekonomi kedelai di Indonesia. hlm. 1–27. Dalam: Sumarno, Suyamto, Widjono, A., Hermanto, & Kasim, H (eds.). Kedelai. Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.

Suharsono. 2006. Antixenosis morfologis salah satu faktor ketahanan kedelai terhadap hama pemakan polong. Buletin Palawija 12: 29–34.

Suharsono. 2009. Hubungan kerapatan trikoma dengan intensitas serangan penggerek polong kedelai. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 28(3): 176–182.

Tengkano, W. & Soehardjan, M. 1985. Jenis-jenis hama pada berbagai fase pertumbuhan kedelai. hlm. 295−318. Dalam: Somaatmadja, S., Ismunadji, M., Sumarno, Syam, M., Manurung, S.O. & Yuswadi (eds.). Kedelai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.

Tengkano, W., Iman, M., & Tohir, A.M. 1992. Bioekologi, serangan dan pengendalian hama pengisap dan penggerek polong kedelai. Di dalam: Marwoto, Saleh, N., Sunardi, & Winarto, A (editor). Risalah Lokakarya Pengendalian Hama Terpadu Tanam-an Kedelai, Malang 8−10 Agustus 1991. Balai Penelitian Tanaman Pangan, Malang. hlm: 117−139.

Untung, K. 2006. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Warthen, J.D. 1989. Neem (Azadirachta indica A. Juss): organisms affected and reference list update. Proc. Ent. Soc. Wash. 9: 367–388.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 1411-4623E-ISSN: 2460-4534
Copyright© 1997-2018 | ISSN: 1410-3389 | EISSN: 2597-9973 
Jurnal Agrista is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
The Faculty of AgricultureSyiah Kuala University 
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam, 
Banda Aceh, 23111, Indonesia. 
Phone: +62-81383736633 
Email: agrista@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations