Pengaruh Lama Pemeraman dan Metode Pengolahan terhadap Kualitas Fisik dan Kandungan Nutrisi Jerami Jagung

Dewi Febrina, Nadia Khairunnisa, Rahmi Febriyanti

Abstract


ABSTRAK. Jerami jagung berpotensi sebagai pakan ruminansia, tapi terkendala tingginya kandungan lignin dan rendahnya protein kasar serta kecernaan. Pengolahan jerami jagung secara biologi, kimia dan kombinasi biologi-kimia dengan lama pemeraman berbeda diharapkan dapat memperbaiki kualitas fisik, meningkatkan kandungan protein kasar dan menurunkan kandungan lignin. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan nutrisi dan kualitas fisik jerami jagung dengan metode pengolahan dan lama pemeraman berbeda. Parameter yang diukur yaitu: kualitas fisik (pH, aroma, tekstur, warna, keberadaan jamur) serta kandungan nutrisi (protein kasar, serat kasar, NDF, ADF, selulosa, hemiselulosa dan lignin). Percobaan ini disusun dalam rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 3. Perlakuan terdiri atas dua faktor, (A) metode pengolahan, yaitu A1: pengolahan biologi (10% feses ayam); A2: pengolahan kimia (5% urea); A3: kombinasi pengolahan secara biologi dan kimia (10% feses ayam + 5% urea). (B) lama pemeraman, yaitu B1: 0 hari (tanpa pemeraman); B2: 14 hari; B3: 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan metode pengolahan berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH, aroma, keberadaan jamur, kandungan hemiselulosa, ADF, NDF, serat kasar dan protein kasar. Lama pemeraman berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH, aroma, tekstur, keberadaan jamur, serta kandungan nutrisi (lignin, hemiselulosa, selulosa, ADF, NDF, protein kasar dan serat kasar). Interaksi antara lama pemeraman dengan metode pengolahan juga berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH, keberadaan jamur, kandungan hemiselulosa, NDF, ADF dan serat kasar jerami jagung. Kombinasi pengolahan secara biologi dan kimia (10% feses ayam dan 5% urea) pada jerami jagung dengan lama pemeraman 28 hari menunjukkan hasil yang optimal dengan kandungan serat kasar 9,93%; NDF 61,27% dan ADF 46,95% untuk dimanfaatkan sebagai pakan ruminansia.

 

(The effect of fermentation length and pretreatment method on physical quality and nutritional content of corn straw)

ABSTRACT. Corn straw can be used as ruminant feed, but is constrained by its high lignin and low crude protein content and digestibility. Biological, chemical and biological-chemical pretreatments with different fermentation length are expected to improve physical quality, increase crude protein content and reduce lignin content. The aims of research was to determine the physical quality and nutritional content of corn straw with different pretreatment methods and fermentation lengths. The parameters measured were physical quality (pH, aroma, texture, color, presence of mold) and nutrient content (lignin, hemicellulose, cellulose, ADF, NDF, crude fiber and crude protein). The experiment was conducted with a completely randomized design, with 3x3 factorial arrangement of treatments. Factor A: pretreatment methods, i. e. A1: biological pretreatment (10% poultry manure); A2: chemical pretreatment (5% urea); A3: biological- chemical pretreatment (10% poultry manure + 5% urea). Factor B: fermentation lengths, i. e. B1: 0 d (without fermentation); B2: 14 d; B3: 28 d. The results showed that different pretreatment methods had significant effect (P<0.01) on pH, aroma, the presence of mold, crude protein, crude fiber, NDF, ADF and hemicellulose contents. Fermentation lengths had significant effect (P<0.01) on pH, aroma, texture, the presence of mold, and nutritional content of corn straw (crude protein, crude fiber, NDF, ADF, cellulose, hemicellulose and lignin). The interaction between fermentation length and the pretreatment method also had significant effect (P<0.01) on pH, the presence of mold, crude fiber, NDF, ADF and hemicellulose contents. Biological-chemical pretreatment (addition of 10% poultry manure and 5% urea) on corn straw with 28 days fermentation showed optimal results, because of its lowest crude fiber content (9.93%); NDF (61.27%) and ADF (46.95%) that can be used as ruminant feed.


Keywords


jerami jagung; urea; feses ayam; kualitas fisik; kandungan nutrisi; corn straw; urea; poultry manure; physical quality; nutritional content

Full Text:

PDF

References


Antaribaba, M.A., Tero, N.K., Harjadi, B.Tj., Santoso, B., 2009. Pengaruh Taraf Inokulum Bakteri Asam Laktat dari Ekstrak Rumput Terfermentasi terhadap Kualitas Fermentasi Silase Rumput Raja. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. 14(4):278-283.

AOAC., 1995. Official Methods of Analysis of the AOAC. AOAC Inc. Arlington. Virginia. .

Badan Pusat Statistika (BPS)., 2015. Riau Dalam Angka. Badan Pusat Statistika Provinsi Riau. Pekanbaru.

Fariani, A., Akhadiarto, S., 2009. Pengaruh Penambahan Dosis Urea dalam Amoniasi Limbah Tongkol Jagung Untuk Pakan Ternak terhadap Kandungan Bahan Kering, Serat Kasar dan Protein Kasar. Jurnal Rekayasa Lingkungan. 5(1):1-6

Nuswantara. L.K., Sunarso., Arifin, M., Setiadi. A., 2020. Komponen Serat Sabut Kelapa yang difermentasi Menggunakan Mikroba Pencerna Serat dari Rumen Kerbau. Jurnal Agripet. 20(1): 1-8.

Febrina, D., Febriyanti, R., Zam, S.I., Zumarni., Juliantoni, J., Fatah, A., 2020. Nutritional Content and Characteristics of Antimicrobial Compounds from Fermented Oil Palm Fronds (Elaeis guineensis Jacq.). J. Trop. Life Sci. 10(1): 27-33.

Gunawan, E.R., Suhendra, D., Hermanto, D., 2013. Optimalisasi integrasi sapi, jagung, dan rumput laut (pijar) pada teknologi pengolahan pakan ternak berbasis limbah pertanian jagung-rumput laut guna mendukung program bumi sejuta sapi (bss) di nusa tenggara barat. Buletin Peternakan. 37(3): 157-164.

Hasibuan, M.A., Restuhadi, F., Rossi, E., 2017. Uji aktivitas enzim selulolitik dari bekicot (Achatina fulica) pada beberapa substrat limbah pertanian. J. Faperta. 4(1): 1-12.

Hastuti. D., Nur, S.A.A., Baginda., Iskandar, M., 2011. Pengaruh perlakuan teknologi amofer (amoniasi fermentasi) pada limbah tongkol jagung sebagai alternatif pakan berkualitas ternak ruminansia. Mediagro. 55(7):55-65.

Kirchmann, and Witter, E. 1989. Effects of Addition of Calcium and Magnesium Salts on Amonia Volatilization During Manure Decomposition. Department of Soil Sciences. Division of Plant Nutrition. Swedish University of Agricultural Sciences. Sweden. Plant Soil. 115:53-58

Lendrawati., Nahrowi., Ridla, M., 2012. Kualitas fermentasi silase ransum komplit berbasis hasil samping jagung, sawit dan ubi kayu. Jurnal Peternakan Indonesia. 14(1):297-302.

Lengkey, H.A.W., Balia, R.L., 2014. The effect of starter dosage and fermentation time on pH

and lactic acid production. Biotechnol. Anim. Husbandry. 30(2): 339-347

Mayasari., Ayuningsih, B., Hidayat, R., 2015. Pengaruh penambahan nitrogen dan sulfur pada ensilase jerami jagung terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pada sapi potong. E. Student Journal Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran. 4 (3): 1-11.

Mustofa, Tampoebolon, B.I.M., Subrata, A., 2012. Peningkatan kualitas tongkol jagung teramoniasi melalui teknologi fermentasi menggunakan starter komersial terhadap produksi VFA dan NH3 rumen secara in vitro. anim. Agric. J. 1(1):599-609.

Noferdiman, R.Y., Mirzah, H.Y., Marlida, Y., 2008. Penggunaan Urea sebagai Sumber Nitrogen pada Proses Biodegradasi Substrat Lumpur Sawit oleh Jamur Phanerochaete chrysosporium. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan :11(4).75-82

Prastyawan, R.M.P., Tampoebolon, B.I.M., Surono., 2012. Peningkatan kualitas tongkol jagung melalui teknologi amoniasi fermentasi (amofer) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik serta protein total secara in vitro. Anim Agric. J. 1(1): 611-621.

Suryani, Y.A., Bernadeta, O., dan Siti, U., 2010. Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat dari Limbah Kotoran Ayam sebagai Agensi Probiotik dan Enzim Kolesterol Reduktase. Prosiding Seminar Nasional Biologi. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta 138-147.

Soekanto., 1980. Penilaian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bhatara Aksara. Jakarta.

Fajri, W.N., Suminto., Hutabarat, J., 2014. Pengaruh penambahan kotoran ayam ampas tahu dan tepung tapioka dalam media kultur terhadap biomassa populasi dan kandungan nutrisi cacing sutera (Tubifek Sp). Journal of Aquaculture Management And Technology 3(4): 101-108.

Wihandoyo, A.R. Alimon., Kassim, H., 2005. Control of amonia emission and house fly population in poultry house: 2. effect of dietary zeolite and direct application to chicken manure. Malaysian J. Anim. Sci. 10: 82-89.

Sumarsih, S., Sutrisno, C.I., Pangestu, E., 2007. Kualitas nutrisi dan kecernaan daun eceng gondok amoniasi yang difermentasi dengan Trichoderma viride pada berbagai lama pemeraman secara in vitro. J. Indonesian Trop. Anim. Agric. 32 (4):257-261.

Surono., Prastyawan, R., Tampoebolon, B., 2012. Peningkatan Kualitas Tongkol Jagung melalui Teknologi Amoniasi Fermentasi (Amofer) terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik serta Protein Total secara In Vitro. Anim. Agric. J. 1(1):612- 621.

Tampoebolon, B.I.M., Surono., Prasetiyono, B.W.H.E., 2018. Peningkatan Kualitas Tongkol Jagung Teramoniasi Melalui Teknologi Fermentasi sebagai Bahan Penyusun Pakan Komplit Sapi Perah. Prosiding Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan III Hilirisasi Teknologi Peternakan pada Era Revolusi Industri. Semarang. 241-249.

Van Soest, P.J., 1994. Nutritional Ecology of The Ruminant. 2nd Ed. Cornell University Press. New York.

Wanapat, M., Kang, S., Hankla, N., Phesatcha, K., 2013. Effect of rice straw treatment on feed intake, rumen fermentation and milk production in lactating dairy cows. Afr. J. Agric. Res. 8(17): 1677-1687.

Wikanastri. H., Utama, C.S., dan Suyanto, A., 2012. Aplikasi Proses Fermentasi Kulit Singkong Menggunakan Starter Asal Limbah Kubis dan Sawi pada Pembuatan Pakan Ternak Berpotensi Probiotik. Makalah Seminar Hasil-hasil Penelitian. LPPM Universitas Muhammadiyah Semarang. Semarang. 281-28.




DOI: https://doi.org/10.17969/agripet.v20i2.16837

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Agripet

License URL: http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/agripet/about/submissions#copyrightNotice


Creative Commons LicenseISSN: 1411-4623E-ISSN: 2460-4534
Copyright© 2000-2020 | ISSN: 1411-4623 | EISSN: 2460-4534 
Jurnal Agripet is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Animal Husbandry DepartmentThe Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University 
associated with Animal Scientist's Society of Indonesia (HILPI)
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +62-81383736633
Email: samadi177@unsyiah.ac.id & info.agripet@gmail.com


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations