Efektivitas Pemberian Beberapa Preparat Hormon Prostaglandin Komersial terhadap Persentase Berahi Sapi di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara

Novika Ayuni Rambe, Tongku Nizwan Siregar, Teuku Armansyah TR, Gholib Gholib, Budianto Panjaitan, Mulyadi Adam, Dasrul Dasrul

Abstract


ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan PGF2α analog terhadap persentase berahi sapi di Labuhanbatu Selatan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil UPSUS SIWAB tahun 2017. Dalam penelitian ini digunakan data 2.547 ekor sapi yang memiliki variasi breed dan umur, dengan skor kondisi tubuh baik. Sapi-sapi dikelompokkan menjadi tiga kelompok berdasarkan preparat sinkronisasi berahi yang digunakan. K1= kelompok sapi yang diinjeksi dengan 5 ml PGF2α-1 (dinoprost tromethamine 5 mg/ml dan benzil alkohol 1,65%) berjumlah 1.300 ekor. K2= kelompok sapi yang diinjeksi dengan 5 ml PGF2α-2 (dinoprost tromethamine 5,5 mg/ml dan benzil alkohol 12,0 mg/ml) berjumlah 600 ekor. K3= kelompok sapi yang diinjeksi dengan 2 ml PGF2α-3 (cloprostenol 75 mg/ml dan chlorocresol 1,0 mg/ml) berjumlah 647 ekor. Penyuntikan dilakukan secara intramuskulus, dua kali dengan interval 10 hari. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann Withney. Hasil analisis menunjukkan persentase berahi pada kelompok 1; 2; dan 3 masing-masing 80,7%; 50% dan 61,8% (P<0,01). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa PGF2α-1 mempunyai efektivitas lebih baik dibandingkan PGF2α-2 dan PGF2α-3 dalam induksi sinkronisasi berahi pada sapi di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. 

 

(Effectiveness of different commercial prostaglandin hormone administration on the percentage of estrous in cattles in South Labuhanbatu, North Sumatera) 

ABSTRACT. The aim of this study was to determine the effect of differences PGF2α analogues on the percentage of estrus in cattles in South Labuhanbatu. The sample used in this study was the 2017 SIWAB UPSUS data. Data of 2,547 cattles with various breed and age as well as in good body condition scores were selected. The cattles were grouped into three data groups based on the hormone used for estrus synchronization. The cattles in data group I (1300 cows) were injected with 5 ml PGF2α-1 (dinoprost tromethamine 5 mg/ml and benzyl alcohol 1.65%). The cattles in data group II (600 cows) were injected with 5 ml PGF2α-2 (5.5 mg/ml dinoprost tromethamine and 12.0 mg/ml benzyl alcohol). The cattles in data group III (647) were injected with 2 ml of PGF2α-3 (cloprostenol 75 µg/ml and chlorocresol 1.0 mg/ml). Injections were carried out intramuscularly, twice at 10-day intervals. The data obtained were then analyzed Kruskal Wallis and continued with Mann Withney test. The results showed that the percentage of estrus in groups I; II; and III were 80.7%; 50% and 61.8% (P<0.01). From the results of the study it can be concluded that Lutalyse has better effectiveness than Capriglandin and Sincrovall in the induction of synchronization estrus in cattle in South Labuhanbatu, North Sumatera.

Keywords


prostaglandin; berahi; sapi; Labuhanbatu Selatan; estrous; cattle; South Labuhanbatu

Full Text:

PDF

References


Armstrong, J.D., O’Gorman, J., Roche, J.F., 1989. Effects of prostaglandin on the reproductive performance of dairy cows. Vet. Record. 125(24): 597-600.

Balumbi, M., Supriatna, I., Setiadi, M.A., 2019. Respons dan karakteristik estrus setelah sinkronisasi estrus dengan cloprostenol pada sapi Friesian Holstein. Acta Vet. Indonesia. 7(1): 29-36.

Blitek, A., Waclawik, A., Kaczmarek, M.M., Kiewisz, J., Ziecik, A.J., 2010. Effect of estrus induction on prostaglandin content and prostaglandin synthesis enzyme expression in the uterus of early pregnant pigs. Theriogenology. 73: 1244-1256.

Fauzi, M.R., Suyadi, Susilawati, T., 2017. Pengaruh pemberian prostaglandin f2 alpha terhadap waktu kemunculan berahi dan keberhasilan inseminasi buatan sapi Brahman Cross (Bx) Heifer. Jurnal Ilmu-ilmu Peternakan. 27(3): 39-43.

Hafizuddin., Sari, W.N., Siregar, T.N., Hamdan, 2011. Persentase berahi dan kebuntingan kambing Peranakan Ettawa (PE) setelah pemberian beberapa hormon prostaglandin komersial. J. Kedokteran Hewan. 5(2): 84-88.

Hamdan, Siregar, T.N., 2004. Perbandingan sistem sinkronisasi singkat dengan sistem sinkronisasi standar terhadap tampilan reproduksi kambing lokal. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. 7(3): 77-82.

Handarini, R., Kurniawan, S., Dihansih, E., 2017. Respons estrus sapi resipien FH yang disinkronisasi dengan hormon GnRH, estrogen, progesteron dan prostaglandin. J Pertanian 8(1): 16-25.

Jainudeen, M.R., Hafez, E.S.E., 2000. Cattle and Buffalo. In Reproduction in Farm Animals. Hafez, B., and E.S.E. Hafez. Lippincott Williams & Wilkins, Philadelphia.

Kementerian Pertanian, 2016. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: 48/ Permentan/Pk.210 /10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting. Kementerian Pertanian, Jakarta, Indonesia:

Kimball, F.A., Lauderdalle, J.W., Nelson, N.A., Jackson, R.W., 1976. Comparison of luteolytic effectiveness of several prostaglandin analogs in heifers and relative binding affinity for bovine luteal prostaglandin binding sites. Prostaglandin. 12(6): 985-995.

Lammoglia, M.A., Short, R.E., Bellows, S.E., Macneil, M.D., Hafs, H.D., 1998. Induced and synchronized estrus in cattle. J. Anim. Sci. 76: 1662-1670.

Larson, J.E., Lamb, G.C., Stevenso, J.S., Johnson, S.K., Day, M.L., Geary, T.W., Kesler, D.J., Dejarnette, J.M., Schrick, F.N., DiCoztanzo, A., Arseneau, J.D., 2006. Synchronization of estrus in sucled beef cows for detected estrous and artificial insemination using gonadothropin releasing hormone, prostaglandin f2α, and progesteron. J. Anim. Sci. 71: 61-68.

Maidaswar, 2007. Efisiensi superovulasi pada sapi melalui sinkronisasi gelombang folikel dan ovulasi. Tesis. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Moreira, F., Hammon, D., 2012. Tecnical bulletin lutalyse and cloprostenol: clearing up misconception. Zoetis. 1-11.

Prabaswara, E.D., 2015. Pengaruh Penambahan Implan Progesteron Setelah Inseminasi Buatan Terhadap Angka Kebuntingan pada Sapi Perah Frisian Holstein. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas gadjah Mada, Yogyakarta.

Re, G., Badino, P., Novelli, A., Vallisneri, A., Girardi, C., 1994. Specific binding of dl-cloprostenol and d-cloprostenol to PGF2α receptors in bovine corpus luteum and myometrial cell membranes. J. Vet. Pharmacol. Therapeutics. 17(6): 455-458.

Ribeiro, E.S., Galvão K.N., Thatcher W.W., Santos J.E.P., 2012. Economic aspects of applying reproductive technologies to dairy herds. Anim. Reprod. 9: 370-387.

Saili, T., Nafiu1, L.O., Baal, L.O., Rahadi1, S., Napirah, A., Sura, I.W., Lopulalan, F., 2017. Efektivitas sinkronisasi estrus dan fertilitas spermatozoa hasil sexing pada sapi Bali di Sulawesi Tenggara. J. Vet. 18(3): 1-7.

Sardi, M., 2011. Respon estrus kerbau lumpur terhadap injeksi PGF2α di Kecamatan Bangkinang Seberang, Kabupaten Kampar. Skripsi. Program Studi Peternakan, UIN SUSKA. Pekanbaru.

Sariubang, M., Nurhayu, 2011. Respon penyuntikan hormon capriglandin PGF2α terhadap sinkronisasi berahi induk sapi bali di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. 2011: 45-49.

Sattar, A., 2005. Efficacy of commercially available luteolytic agents in Holstein Friesian cows. Pakistan Vet. J. 25(1): 30-32.

Siregar, T.N., Armansyah T., Sayuti, A., Syafruddin, 2010. Tampilan reproduksi kambing betina lokal yang diinduksi berahinya dilakukan dengan sistem sinkronisasi cepat. J. Vet. 11(1): 30-35.

Stevenson, J.S., Phatak, A.P., 2010. Rates of luteolysis and pregnancy in dairy cows after treatment with cloprostenol or dinoprost. Theriogenology. 73: 1127-1138.

Sulfitrianingsih, 2016. Pengaruh pemberian prostaglandin (PGF2α) dengan dosis yang berbeda terhadap tampilan estrus pada sapi Bali. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, Kendari.

Toelihere, M.R., 2003. Fisiologi Reproduksi pada Ternak. Penerbit Angkasa, Bandung.

Yilmaz, B., 1999. Hormones and Reproductive Physiology. Ankara: Feryal Press pp.313-326.




DOI: https://doi.org/10.17969/agripet.v20i2.16317

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Agripet

License URL: http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/agripet/about/submissions#copyrightNotice


Creative Commons LicenseISSN: 1411-4623E-ISSN: 2460-4534
Copyright© 2000-2020 | ISSN: 1411-4623 | EISSN: 2460-4534 
Jurnal Agripet is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Animal Husbandry DepartmentThe Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University 
associated with Animal Scientist's Society of Indonesia (HILPI)
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +62-81383736633
Email: samadi177@unsyiah.ac.id & info.agripet@gmail.com


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations