Pengaruh Perbedaan Suhu Pemanasan terhadap Aktivitas Antibakteri Susu Kambing Fermentasi Menggunakan Lactobacillus Plantarum

Zuraida Hanum, Yurliasni Yurliasni, Sitti Wajizah, Juanda Juanda

Abstract


ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh suhu pemanasan yang berbeda terhadap aktivitas antibakteri susu kambing fermentasi menggunakan starter Lactobacillus plantarum. Bakteri uji yang digunakan berasal dari golongan Enterobacteriaceae yaitu Escherichia coli dan Salmonella.sp. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor A adalah suhu pemanasan, yaitu a1 (suhu pemanasan 72°C), a2 (suhu pemanasan 121°C) dan faktor B adalah level penambahan Lactobacillus plantarum yaitu perlakuan b1 (Lactobacillus plantarum 2,5%), b2 (Lactobacillus plantarum 5%), b3 (Lactobacillus plantarum 7,5%), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi dari suhu pemanasan yang berbeda dan penambahan L. plantarum pada susu kambing berpengaruh nyata terhadap kadar asam laktat dan daya hambat pada Salmonella sp, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap E. coli. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh suhu pasteurisasi dengan penambahan 7.5 % L.plantarum merupakan nilai terbaik dalam menghambat Salmonella dan E..coli. 

 

(Effect of different heating temperature on antibacterial activity of goat milk fermented with Lactobacillus Plantarum) 

ABSTRACT. This study aimed to determine the effect of the different heating temperatures on inhibitory activity of fermented goat's milk with Lactobacillus plantarum. The test bacteria used were Enterobacteriaceae, namely Escherichia coli and Salmonella.sp. The design applied is CFD (Completely Randomized Design) consisting of 2 factors, namely factor A heating temperature with two levels a1 (72°C), a2 (121°C) and factor B is the level of Lactobacillus plantarum addition by three levels, namely b1 (Lactobacillus plantarum 2.5%), b2 (Lactobacillus plantarum 5%), b3 (Lactobacillus plantarum 7.5%), and the treatments were repeated 3 times. The results showed that different heating temperature and level of L. plantarum added in fermented goat milk significantly affected the levels of lactic acid and inhibitory power on Salmonella sp, but not on E. coli. In conclusion is different heating temperatures and addition of L. plantarum on goat milk at significantly affected on inhibitory power on Salmonella sp, but not on E. coli. The results obtained pasteurisasi with 7.5% L.plantarum could be applied.


Keywords


suhu pemanasan; antibakteri; susu kambing; Lactobacillus plantarum; heating temperatures; antibacteri; goat milk

Full Text:

PDF

References


Afriani., 2010. Pengaruh penggunaan starter bakteri asam laktat Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus fermentum terhadap total bakteri asam laktat, kadar asam dan nilai pH dadih susu sapi. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. 13(6): 279-285.

Buckle, K.A., Edward, R.A., Fleet, G.H., Wooton, M., 1987. Ilmu Pangan. Terjemahan H. Purnomo dan Adiono. UI Press, Jakarta.

Delgado, A.D.B., Fevereiro, P., Peres, C., Marques, J.F., 2001. Antimicrobial activity of Lactobacillus plantarum, isolated from a traditional lactic acid fermentation of table olives. 81: 203-215.

Fardiaz, S., 1989. Mikrobiologi Pengolahan Pangan. PAU Pangan dan Gizi, IPB, Bogor.

Fauziah, P.N., Nurhajati, L., Chrysanti, 2015. Daya Antibakteri Filtrat Asam Laktat dan Bakteriosin Lactobacillus bulgaricus KS1 dalam Menghambat Pertumbuhan Klebsiella pneumoniae Strain ATCC 700603, CT1538, dan S941. Jurnal Mikrobiologi. 47(1): 35-41

Hanum, Z., 2010. Kemampuan susu fermentasi Lactobacillus plantarum menghambat Salmonella typhymurium secara in vitro. Jurnal Agripet. 10(2): 34-39.

Hanum, Z, Sumantri, C., Purwantiningsih, Batubara, I., Taufik, E., 2016. Efektivitas fermentasi susu kambing dengan penambahan Lactobacillus rhamnosus sebagai inhibitor tirosinase. JKH. 10(1): 54-57.

Jay, J.M., 2005. Modern Food Microbiology. 6th Edition. Aspen Publishers. Inc, Maryland.

Jenie, B.S.L., 2003. Pangan fungsional Penyusun Flora Usus yang Menguntungkan. Prosiding Seminar Sehari Keseimbangan Flora Usus Bagi Kesehatan dan Kebugaran. Prodi Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor.

Jubaedah, T., 2007. Pengaruh Susu Pasteurisasi terhadap Pembentukan Curd Keju dengan Penambahan Sari Buah Markisa (Passiflora edulis Sims). Skripsi. Program Studi Teknologi Hasil ternak Fakultas Peternakan. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Lourens-Hattingh, A, Viljoen, B.C., 2001. Yoghurt as probiotic carrier food. Inter. Dairy J. 11(1): 1-17.

Maunatin, A., Khanifa., 2012. Uji potensi probiotik Lactobacillus plantarum secara in-vitro. Jurnal Alchemy. 2(1): 26-34.

Nester, E., Anderson, W., Dennis, G., Roberts, C., Evans, Jr., Nester,. Martha, T., 2009. Microbiology a Human Perspective. 6th Edition. Mc Graw-Hill, New York.

Nissen-Meyer, J., Holo, H., Havarstein, L.S., Sletten, K., Nes, I.F., 1992. A novel lactococcal bacteriocin whose activity depends on the complementary action of two peptides. Journal Bacteriol. 17(4): 5686-5692.

Ogunbanwo, S., A. Sanni, A. Onilude. 2003. Influence of cultural conditions on the production of bacteriocins by Lactobacillus brevis OG1. Journal Biotechnol. 2(7) : 179-184.

Pan, X., Chen, F., Wu, T., Tang, H., Zhao, Z., 2009. The acid bile tolerance and antimicrobial property of Lactobacillus acidophilus IN. Food Control. J. 20: 598-602.

Paramitha. 2006. Fermentasi Pangan. Universitas Gadjah Mada. Press, Yogyakarta.

Pratama, Y., Budi, S.M.A. 2010. Perlakuan panas mendidih pada pembuatan milk tea dalam kemasan. Jurnal Pangan dan Gizi. 7(13): 5-11

Pelczar, M.J.Jr., Chan, E.C.S., 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi. dalam R.S. Hadioetomo, T. Imas, S.S. Tjitrosom (eds.). Elements of Microbiology. UI Press, Jakarta.

Pratiwi, S.T., 2008. Mikrobiologi Farmasi. Erlangga, Jakarta: 150-171.

Rahayuningtyas, N. 2011. Uji Aktivitas Antibakteri Isolat Lactobacillus plantarum dari Buah-Buahan Tropis dan Kaitannya dengan Ekspresi Gen Plantaricin. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Rahayu, Dwi, R., Dinoto, A., Sulistyo, J., Purwaningsih, S., 2011. Aktivitas proteolitik dan anti hipertensi susu kedelai yang difermentasi oleh Lactobacillus Plantarum Ap1 dan Spingobacterium Sp Tb17. Laporan Pusat Penelitian Biologi Bidang Mikrobiologi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Cibinong.

Ray, B. 2004. Fundamental Food Microbiology, 3rd Edition. CRC Press Boca Raton, Florida.

Surono, I.S. 2004. Probiotik susu fermentasi dan kesehatan. Yayasan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesi (YAPMMI). TRICK. pp. 31-32, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.17969/agripet.v19i2.14330

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Agripet

License URL: http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/agripet/about/submissions#copyrightNotice


Creative Commons LicenseISSN: 1411-4623E-ISSN: 2460-4534
Copyright© 2000-2020 | ISSN: 1411-4623 | EISSN: 2460-4534 
Jurnal Agripet is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Animal Husbandry DepartmentThe Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University 
associated with Animal Scientist's Society of Indonesia (HILPI)
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +62-81383736633
Email: samadi177@unsyiah.ac.id & info.agripet@gmail.com


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations