Perubahan Sifat Fisika Ultisol Akibat Pembenah Tanah dan Pola Tanam

Andi A Muhidin, Darusman ., Manfarizah .

Abstract


Ultisol adalah salah satu jenis tanah yang banyak dijumpai pada daerah daerah yang mempunyai curah hujan tinggi dengan tingat pelapukan yang intensif dan tingkat pemcucian yang aktif. Ultisol dikatagorikan tanah bermasalah (problem soils) karena sifat tanah nya masam dan unsur hara yang rendah sehingga diperlukan pengelolaan tanah yang sangat hati hati. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dampak pemberian beberapa pembenah tanah dan pola tanam terhadap sifat fisika tanah sehingga remediasi ultisol bisa dengan mudah diterapkan. Penelitian dilaksanakan di Gampong Teureubeh, jantho yang berketinggian 100 m dpl. Curah hujan rata rata 2200 mm setiap tahunnya dengan bulan basah 4-6 dan bulan kering 2-4 bulan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok factorial dengan 5 perlakuan yang diulang 3 kali. Faktor pembenah tanah terdiri dari NPK 0.4 t ha-1, biochar 10 t ha, pupuk kandang 10 t ha-1, biochar 10 t ha-1 + 0.4 t ha-1 dan pupuk kandang 10 t ha-1 plus NPT 0.4 t ha-1. Sedangkan faktor kedua adalah pola tanam yang terdiri dari mono culture jagung, monokullture kedelai dan tumpang sari jagung-kedelai. Parameter yang diamati adalah berat volume tanah, porositas tanah, kadar air pada pF 2.54 dan 4.2, permeabilitas tanah serta indeks stabilitas aggregate tanah. Hasil peneltian menunjukkan bahwa pembenah tanah dan pola tanam memberikan efek yang sama yaitu tidak memberikan pengaruh nyata terhadap berat volume tanah, porositas tanah, kadar air tanah pada pf 2.54 dan 4.2, permeabilitas tanah serta indeks stabilitas aggregate tanah. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan pembenah tanah pola dan tanam terhadap semua peubah sifat fisika tanah kecuali permeabilitas tanah pada dua kedalaman yaitu top dan sub soil

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.