Evaluasi Kesesuaian Peruntukan Lahan di Sempadan Sungai Krueng Lamnyong, Provinsi Aceh

Dahlan Dahlan, Iqbar Iqbar, Eka Puspita Sari, Nizamuddin Nizamuddin

Abstract


Abstrak. Sempadan sungai merupakan kawasan penyangga antara ekosistem perairan (sungai) dan daratan. Sungai Krueng Lamnyong terletak di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar yang merupakan daerah hilir dari sungai Krueng Aceh. Sempadan sungai Krueng Lamnyong telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk berbagai peruntukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian peruntukan lahan sempadan sungai Krueng Lamnyong berdasarkan peraturan perundang-undangan. Identifikasi serta evaluasi peruntukan lahan di sempadan sungai Krueng Lamnyong menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sempadan sungai Krueng Lamnyong diperoleh 10 jenis penggunaan lahan. Penggunaan sempadan sungai Krueng Lamnyong yang teridentifikasi sesuai dengan peruntukan yaitu sebesar 110,91 Ha atau 68,13% yang terdiri dari irigasi, jalan, sawah, rerumputan, tanaman palawija dan tanah kosong. Penggunaan yang tidak sesuai peruntukan sebesar 51,88 Ha atau 31,87% yang terdiri dari ruang terbangun, kebun, vegetasi mangrove dan kanopi pohon.

Evaluation of Land Use Suitability in Aceh Province's Krueng Lamnyong River Border

Abstract. The river border is a buffer area between aquatic ecosystems (rivers) and land. The Krueng Lamnyong River is located in Banda Aceh City and Aceh Besar District which is the downstream area of the Krueng Aceh river. The Krueng Lamnyong river border has been used by various parties for various purposes.  This study aims to evaluate the suitability of the land use of the Krueng Lamnyong river border based on the legislation. Identification and evaluation of land use in the Krueng Lamnyong river border using Geographic Information System (GIS) software. The results showed that the use of the Krueng Lamnyong river border obtain 10 types of land use. The use of the Krueng Lamnyong river border identified according to its designation is 110.91 Ha or 68.13% consisting of irrigation, roads, rice fields, grass, crops, and vacant land. The use that is not in accordance with the designation is 51.88 Ha or 31.87% consisting of build space, gardens, mangrove vegetation, and tree canopies.



Keywords


Penggunaan lahan; Sempadan sungai; SIG; Ruang terbangun; Land use; River borders; GIS; build space ;

Full Text:

PDF

References


Arini, D. I. D., Prasetyo, I.D., & Omorusdiana. (2007). Aplikasi Sistem Informasi Geografis (Sig) dan Penginderaan Jauh untuk Model Hidrologi Answers dalam Memperdeksi Erosi dan Sedimentasi (Studi Kasus: Dta Cipopokol Sub Das Cisadane Hulu Kabupaten Bogor). Jurnal Media Konservasi. 12(1), 1-10.

Asdak, C. (2007). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Balitklimat & PJT II. (2003). Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan terhadap Aliran Permukaan, Sedimen dan Produksi Air Daerah Aliran Sungai. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi dan Perum Jasa Tirta II.

Budd, W. W., Cohen, P. L., Saunders, P. R., & Steiner, F. R. (1987). Profile: Stream Corridor Management in the Pacific Northwest; Determination of Stream Corridor Widhts. Environmental Management. 11 (5), 587-597.

Fauzi, M. R. (2016). Keanekaragaman Teritip sebagai Bioindikator Kondisi Lingkungan Perairan Krueng Lamnyong, Banda Aceh (Tugas Akhir). Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Kusmana, C., Wilarsi, S., Hilman, I., Pamoengkas, P., Wibowo, C., Tiryana, T., Triswanto, A., Yunasfi & Hamzah. (2003). Teknik Rehabilitasi Mangrove. Istitut Pertanian Bogor, Bogor.

Munir, R., & Arifin, Y. (2010). Pertumbuhan dan Hasil Mentimun Akibat Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Gandasil B. Jurnal Jerami. 3(2), 63-64.

Musnawar. (2003). Pupuk Organik Cair dan Padat Pembuatan Aplikasi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Nur’saban, M. (2006). Pengendalian Erosi Tanah Sebagai Upaya Melestarikan Kemampuan Fungsi Lingkungan. Geomedia Yogyakarta. 4 (4), 98.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, No. 63 Tahun 1993 tentang Garis Sempadan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai.

Purnama, A. (2005). Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Menggunakan Citra Satelit dan Perencanaan Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Hulu (Tesis), Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Qanun Kabupaten Aceh Besar Nomor 4 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Aceh Besar 2012-2032.

Qanun Kota Banda Aceh Nomor 2 tahun 2018 tentang Perubahan atas Qanun Kota Banda Aceh Nomor 4 tahun 2009 tentang RTRW 2009-2029.

Samsudin. (2011). Dampak Kegiatan Manusia Terhadap Ekosistem Air Mengalir di Das Brantas Hulu Tengah Sengkaling Kabupaten Malang. Universitas Brawijaya, Malang.

Sari, S. W., Wirosoedarmo, R., & Rahadi, B. (2014). Identifikasi Pemanfaatan Lahan Sempadan Sungai Sumber Gunung di Kota Batu. Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan. 1 (2), 25.

Setyadi, A. (2013). Analisis Keselarasan Letak Bangunan dan Pemanfaatan Lahan Terhadap Peraturan Sempadan Sungai Menggunakan Citra Satelit Quickbird (Kasus Sepanjang Sungai Code, Kota Yogyakarta) (Sekripsi), Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Soewandita, H. (2017). Studi Ekologi Lahan Koridor Sungai dan Status Kualitas Penggunaan Lahan di Wilayah DAS Rawapening. Jurnal Alami.1 (1), 33-41.

Sudaryanto, R. (2010). Analisis Penggunaan Lahan Pertanian di Kawasan Lindung DAS Samin untuk Mitigasi Bencana Longsor dan Banjir. Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi. 7(1), 43-48.

Supriatna, A. H., Haneda, N. F., & Wahyudi, I. (2017). Sebaran Populasi, Persentase Serangan dan Tingkat Kerusakan Akibat Hama Boktor pada Tanaman Sengon: Pengaruh Umur, Diameter dan Tinggi Pohon. Jurnal Silvikultur Tropika. 8 (2), 79.

Surni, Baja, S., & Arsyad, U. (2015). Dinamika Perubahan Penggunaan Lahan, Penutupan Lahan terhadap Hilangnya Biodiversitas di DAS Tallo, Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. 1 (5), 1050-1055.

Wahyudien, M. E., Vianita, L., Subagyo, D. O., & Nurjanah, N. (2018). Analisis Dampak Penggunaan Lahan Terhadap Tingkat Erosi Di Daerah Aliran Sungai Bodri. Prosiding Seminar Nasional Geografi Universitas Muhammaiyah Surakarta. 9, 94.

Waryono, T. (2003). Konsepsi Restorasi Ekologi Kawasan Penyangga Sempadan Sungai di DKI Jakarta. Seminar Evaluasi Pasca dan Rancang Tindak Pengendalian Banjir. Wilayah Perkotaan. Dept. Kimpraswil, Jakarta. April, 2003.




DOI: https://doi.org/10.17969/rtp.v14i2.23188

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 2085-2614E-ISSN: 2528-2652
Copyright© 2009-2021 | ISSN: 2085-2614 | EISSN: 2528-2654
Rona Teknik Pertanian is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Program Studi Teknik PertanianFakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala 
associated with Indonesia Society of Agricultural Engineering (ISAE) Aceh.
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email: jronatp@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations