Kajian Perubahan Geomorfologi Pesisir Kabupaten Aceh Jaya Mengunakan Sistem Informasi Geografis

Yulia Syahputri, Muhammad Rusdi, Sugianto Sugianto, Faisal Faisal, Muhammad Irham

Abstract


Kecamatan Sampoiniet dan Setiabakti Kabupaten Aceh Jaya merupakan daerah yang dilanda Gempa dan Tsunami pada 26 Desember 2004. Dampak dari Tsunami telah mengubah geomorfologi pada sebagian wilayah pesisir Kecamatan tersebut. Tujuan dari penelitian ini menganalisis dan membandingkan perubahan garis pantai berdasarkan data citra satelit secara multi temporal memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) info  pada tahun sebelum Tsunami yaitu Tahun 2004 dan tahun setelah Tsunami yaitu Tahun 2008 dan 2017. Dampak kerusakan akibat dari Tsunami terutama terjadi pada kawasan pesisir. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Deskriptif dengan melakukan pengumpulan data citra pada periode yang berbeda pada tahun 2004, 2008 dan 2017. Wilayah kajian meliputi kawasan pantai yaitu kecamatan yaitu Kecamatan Sampoiniet dan Kecamatan Setiabakti.  Penelitian dilakukan untuk mengamati perubahan panjang garis pantai secara multitemporal yaitu pada tahun 2004, 2008 dan 2017. Hasil penelitian menunjukkan adanya pebubahan Panjang garis pantai dari Tahun 2004 yaitu 50,42 km, menjadi 54,68 km  pada tahun 2008 dan  bertambah menjadi 55,30 km pada tahun 2017.


Keywords


Garis Pantai; SIG; Multitemporal; Pesisir

Full Text:

PDF

References


Ap, A. I. (2015). Pemanfaatan Lahan Kawasan Pesisir Galesong Berbasis Analisis Resiko Bencana Abrasi. Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 4(2), 22–31.

Aryastana, P., Ardantha, I. M., & Agustini, N. K. A. (2017). Analisis Perubahan Garis Pantai Dan Laju Erosi Di Kota Denpasar Dan Kabupaten Badung Dengan Citra Satelit Spot. Fondasi : Jurnal Teknik Sipil, 6(2), Article 2. https://doi.org/10.36055/jft.v6i2.2634.

Fachruddin, F., Sirait, S., Alimuddin, A., & Ramli, I. (2021). Kajian Tingkat Bahaya Erosi dan Kekritisan Pada DAS Krueng Raya, Provinsi Aceh Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis Dan Biosistem, 9(2), 154–164.

https://doi.org/10.21776/ub.jkptb.2021.009.02.06

Febrianto, H. (2018). Tingkat Kerusakan Lahan Pasca 10 Tahun Bencana Tsunami Di Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Jurnal Azimut, 1(I), 52–59.

Hartati, R., Pribadi, R., Astuti, R. W., Yesiana, R., & H, I. Y. (2016). Kajian Pengamanan Dan Perlindungan Pantai Di Wilayah Pesisir Kecamatan Tugu Dan Genuk, Kota Semarang. Jurnal Kelautan Tropis, 19(2), 95–100. https://doi.org/10.14710/jkt.v19i2.823.

Istijono, B. (2013). Tinjauan Lingkungan Dan Penanggulangan Abrasi Pantai Padang - Sumatera Barat. Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand), 9(2), 42–49. https://doi.org/10.25077/jrs.9.2.42-49.2013.

Majid, I., Muhdar, M. H. I. A., Rohman, F., & Syamsuri, I. (2016). Konservasi Hutan Mangrove Di Pesisir Pantai Kota Ternate Terintegrasi Dengan Kurikulum Sekolah. Bioedukasi, 4(2), Article 2.

https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/bioedu/article/view/162

Mulyani, Y. (2018). Pemanfaatan Dan Pelestarian Mangrove Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Pangandaran. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(11), 976–979.

Nuriyanto, M. Z., Firmansyah, F. A., & Prasetyono, I. (2019). Analisis perubahan Bentang Geomorfologi Pantai Bentar Kabupaten Probolinggo. Majalah Pembelajaran Geografi, 2(1), 99–109.

Nursaniah, C., & Qadri, L. (2019). Rumah Panggung: Wujud Keindahan Alam dan Mitigasi Bencana di Pesisir Aceh. Syiah Kuala University Press.

Paris, R., Wassmer, P., Sartohadi, J., Lavigne, F., Barthomeuf, B., Desgages, E., Grancher, D., Baumert, P., Vautier, F., Brunstein, D., & Gomez, C. (2009). Tsunamis as geomorphic crises: Lessons from the December 26, 2004 tsunami in Lhok Nga, West Banda Aceh (Sumatra, Indonesia). Geomorphology, 104, 59–72.

https://doi.org/10.1016/j.geomorph.2008.05.040

Prahasta, E. (2005). Konsep-konsep dasar sistem informasi geografis. Informatika.

Puntodewo, A., Dewi, S., & Tarigan, J. (2003). Sistem Informasi Geografis Untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. CIFOR.

Sudibyakto, H. A. (2018). Manajemen Bencana di Indonesia ke Mana? UGM PRESS.

Syah, A. F. (2020). Penanaman Mangrove sebagai Upaya Pencegahan Abrasi di Desa Socah. Jurnal Ilmiah Pangabdhi, 6(1), 13–16. https://doi.org/10.21107/pangabdhi.v6i1.6909

Tappin, D. R., Evans, H. M., Jordan, C. J., Richmond, B., Sugawara, D., & Goto, K. (2012). Coastal changes in the Sendai area from the impact of the 2011 Tōhoku-oki tsunami: Interpretations of time series satellite images, helicopter-borne video footage and field observations. Sedimentary Geology, 282, 151–174.

https://doi.org/10.1016/j.sedgeo.2012.09.011

Umitsu, M., Tanavud, C., & Patanakanog, B. (2007). Effects of landforms on tsunami flow in the plains of Banda Aceh, Indonesia, and Nam Khem, Thailand. Marine Geology, 242(1), 141–153. https://doi.org/10.1016/j.margeo.2006.10.030

Utami, W., Artika, I. G. K., & Arisanto, A. (2018). Aplikasi Citra Satelit Penginderaan Jauh untuk Percepatan Identifikasi Tanah Terlantar. BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 4(1), 53–66. https://doi.org/10.31292/jb.v4i1.215




DOI: https://doi.org/10.17969/rtp.v14i2.22338

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 2085-2614E-ISSN: 2528-2652
Copyright© 2009-2021 | ISSN: 2085-2614 | EISSN: 2528-2654
Rona Teknik Pertanian is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Program Studi Teknik PertanianFakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala 
associated with Indonesia Society of Agricultural Engineering (ISAE) Aceh.
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email: jronatp@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations