Karakteristik Pengeringan Gula Semut Menggunakan Alat Pengering Silinder Tipe Rak

Hary Kurniawan, Kiki Rizqia Septiyana, Muhammad Adnand, Imam Adriansyah, Hasmi Nurkayanti

Abstract


Abstrak. Gula semut merupakah salah satu penganekaragaman produk gula palma yang berbentuk butiran atau kristal yang bahan bakunya dapat berasal dari dari nira kelapa, nira aren atau nira siwalan. Salah satu tahapan penting dalam pembuatan gula semut yaitu pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakeristik pengeringan gula semut menggunakan alat pengering tipe rak yang berbentuk silinder. Alat pengering yang digunakan menggunakan gas LPG sebagai sumber panas. Parameter yang diamati meliputi suhu lingkungan dan suhu bahan di rak atas, tengah dan bawah, suhu udara yang masuk ke ruang pengering (inlet) dan suhu yang meninggalkan ruang pengering (cerobong). Perubahan kadar air gula semut juga diukur setiap waktu. Hasil menunjukkan bahwa suhu udara pengering dan suhu bahan baik di rak atas, tengah dan bawah berbeda signifikan. Sementara itu perubahan kadar air di setiap rak juga menunjukkan hal yang sama yaitu ada perbedaan nyata perubahan kadar air pada rak. Konstanta laju pengeringan sebesar 0,0119 - 0.0212 menit-1. Berdasarkan nilai R2 yang > 0,5 menunjukkan bahwa kadar air yang diprediksi mampu menggambarkan kondisi yang mendekati perubahan kadar air yang sesungguhnya selama pengeringan.

Characteristics of Drying Gula Semut Using Cylinder

Abstract. Gula semut is one of the diversified products of palm sugar in the form of granules or powders made from palm sap, coconut sap, or siwalan sap. Drying is one of the important processes in making gula semut. The purpose of this study was to study the characteristics of drying gula semut using a cylinder geometry of the cabinet dryer. The dryer used LPG gas as a heat source. The parameters observed are the ambient temperature and the temperature of the sample in the top, middle and bottom racks, the temperature of inlet, and chimney. Changes in the moisture content of gula semut are also measured every time. The results showed that the ambient temperature of the drying chamber and the temperature of samples both on the top, middle, and bottom shelves differ significantly. There was a real difference in changes in the water content in the rack. The drying rate constants are 0.0119 to 0.0212 minutes-1. Based on the R2 value > 0.5, it showed that the predicted moisture content was able to describe conditions that are close to changes in the actual moisture content during drying.


Keywords


Cylinder, Drying, Gula Semut, Pengeringan

Full Text:

PDF

References


Al-Kindi, H., Purwanto, Y.A., Wulandani, D. Analisis CFD Aliran Udara Panas pada Pengering Tipe Rak dengan Sumber Energi Gas Buang. Jurnal Keteknikan Pertanian. 2015; 3(1): 9 -16.

Amanah, H.Z., T, Erlinda, Rahayoe, S., Setyowati, P. Analisis Kinerja Alat Pengering Tipe Rak (Cabinet Dryer) untuk Pengeringan Gula Semut. Seminar Nasional Sains & Teknologi, Lembaga Penelitian Universitas Lampung, 19-20 November 2013: 1260-1268.

Dwika, R.T., Ceningsih T., Sasongko S.B. Pengaruh Suhu dan Laju Alir Udara Pengeriang Pada Pengeringan Karaginan Menggunakan Teknologi Spray Dryer. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri. 2012; 1(1): 298-304.

Evalia, Nur A. Strategi Pengembangan Agroindustri Gula Semut Aren. Jurnal Manajemen & Agribisnis. 2015; 12 (1) : 57 – 67

Fahrizal, Nggandung, Y., & Kartiwan. Optimasi Produksi Gula Cetak dan Gula Semut Lontar Terintegrasi Dengan Metode Linear Programming. Seminar Nasional Hasil Penelitian (SNHP)-Vii Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang. 2017: 505 – 510.

Hutasoit, N. Penentuan Umur Simpan Fish Snack (Produk Ekstrusi) Menggunakan Metode Akselerasi Dengan Pendekatan Kadar Air Kritis dan Metode Konvensional. Skripsi. Teknologi Hasil Perairan. IPB. Bogor; 2009.

Istadi, Sumardiono, S., Soetrisnanto, S. Penentuan Konstanta Pengeringan Dalam Sistem Pengeringan Lapis Tipis (Thin Layer Drying). Prosiding Seminar Nasional Teknologi Proses Kimia 2002, Jakarta : 27 Maret 2002. Hal.: A-51 – A-57.

Kurniawan, H., Bintoro, N., Karyadi, J.N.W., 2018. Pendugaan Umur Simpan Gula Semut dalam Kemasan Dengan Pendekatan Arrhenius. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem; 2018; 6 (1): 93 – 99.

Mustaufik & Haryanti, P. Evaluasi Mutu Gula Kelapa Kristal Beriodium Yang Dibuat Dengan Teknik Fortifikasi Dan Jenis Bahan Baku Yang Berbeda. Jurusan Teknologi Pertanian. Unsoed. Jawa Tengah; 2006.

Rahayoe, S., Rahardjo, B., Kusumandari, Rr S. 2008. Konstanta Laju Pengeringan Daun Sambiloto Menggunakan Pengering Tekanan Rendah. Jurnal Rekayasa Proses. Vol. 2 (1): 17 – 23.

Suherman., Purbasari, A., Aulia, M.P. Pengaruh Suhu Udara dan Berat Sampel Pada Pengeringan Tapioka Menggunakan Pengering Unggun Terfluidakan. Prosiding SNST ke-3. 2012; A45-A50.

Sushanti, G., & Sirwanti. 2018. Laju Pengeringan Chips Mocaf Menggunakan Cabinet Dryer. Jurnal Galung Tropika, Vol. 7 (3): 229 – 235.

Ummah, N., Purwanto, A. P., Suryani, A. 2016. Penentuan Konstanta Laju Pengeringan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Iris Menggunakan Tunnel Dehydrator. Journal of Agro-based Industry; 33(2): 49-56.

Winarno, F. G. Kimia Pangan. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta; 2004.




DOI: https://doi.org/10.17969/rtp.v13i2.17284

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 2085-2614E-ISSN: 2528-2652
Copyright© 2009-2021 | ISSN: 2085-2614 | EISSN: 2528-2654
Rona Teknik Pertanian is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Program Studi Teknik PertanianFakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala 
associated with Indonesia Society of Agricultural Engineering (ISAE) Aceh.
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email: jronatp@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations