Uji kinerja Alat Pengering Ikan Tipe Green-House Effect (GHE) Vent Dryer

Muhammad Yasar, Raida Agustina, Mustaqimah Mustaqimah, Diswandi Nurba

Abstract


Abstrak. Diantara permasalahan yang dihadapi oleh sektor usaha perikanan ialah  belum efisiennya teknis pengelolaan  dan tidak stabilnya kontinuitas produksi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sarana prasarana untuk mengolah ikan serta sistem pemasaran ikan segar yang masih konvensional, sehingga cepat membusuk apabila tidak diolah lebih lanjut. Penanganan dan pengolahan yang cepat dan tepat diperlukan untuk mengurangi resiko pembusukan dan dapat meningkatkan nilai jual hingga sampai kepada konsumen. Salah satu teknologi untuk meningkatkan masa simpan ikan ialah dengan cara proses pengeringan. Sebuah alat pengering ikan Green-House Effect (GHE) telah dikembangkan. Pengujian dan analisis alat pengering untuk ikan tersebut disajikan dalam makalah ini. Pengering surya ini menambahkan ventilator berupa exhaust fan guna memaksimalkan proses sirkulasi udara di dalam ruang pengeringan. Parameter yang diukur dalam pengujian ini adalah distribusi suhu, kelembaban relatif, iradiasi dan pengukuran kecepatan udara. Hasil penelitian menunjukan bahwa temperatur di dalam ruang pengering terlihat lebih tinggi yaitu 67°C dibandingkan dengan temperatur di lingkungan karena sifat absorber yang mampu menyerap panas. Sementara itu kelembaban relatif di dalam ruang pengering lebih rendah jika dibandingkan dengan kelembaban di lingkungan yaitu sebesar 30,1%. Nilai iradiasi surya yang diperoleh sangat berfluktuasi dengan nilai tertinggi adalah sebesar 180,6 W/m2. Kecepatan udara di dalam ruang pengering surya lebih stabil dibandingkan dengan kecepatan udara lingkungan karena adanya penambahan ventilator berupa exhaust fan. Hal inilah yang menyebabkan proses pengeringan menjadi lebih cepat.

Performance of Green House Effect (GHE) Vent Dryer for Fish Drying

Abstract. The problems that occur in the fishery business sector are inefficient and unstable continuity of production. The reasons for this include the lack of infrastructure for processing fish and also the very limited marketing of fresh fish due to its fast-rotting nature if not further processed. Fast and precise handling and processing are needed to reduce the risk of spoilage. One of the technologies to increase the shelf life of fish is the drying process. A greenhouse effect vent dryer type fish dryer has been developed. The testing and analysis of the dryer for these fish are presented in this paper. This solar dryer adds a ventilator in the form of an exhaust fan to maximize air circulation in the drying chamber. The parameters measured in this test are temperature distribution, relative humidity distribution, solar irradiation, and air velocity measurement. The results show that the temperature in the drying chamber is 67 ⸰C higher than the temperature in the environment due to the nature of the absorber which can absorb heat. Meanwhile, the relative humidity in the drying chamber was lower than the humidity in the environment, which was 30.1%. The value of solar irradiation obtained fluctuates where the highest irradiation is 180.6 W / m2. The air velocity in the solar dryer is more stable than the ambient airspeed due to the addition of a ventilator in the form of an exhaust fan. This causes the drying process to take place faster.


Keywords


Green house effect, vent dryer, temperatur, aliran udara, relative humidity, air velocity

Full Text:

PDF

References


Agustina, R., H. Syah., R. Moulana. 2016. Karakteristik pengeringan biji kopi dengan pengering tipe bak dengan sumber panas tungku sekam kopi dan kolektor surya. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian AGROTECHNO. 1(1) pp:20-27.

Chandra, A., dan J.R.B. Witono. 2018. Pengaruh berbagai proses dehidrasi pada pengeringan daun Stevia Rebaudiana. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia

Dina, S.F., H.A. Farel., H. Napitupulu, H. Kawai. 2015. Study on effectiveness of continuous solar dryer integrated with desiccant thermal storage for drying cocoa beans. Case Studies in Thermal Engineering. Vol 5. pp: 32-40

Djamalu, Y. 2016. Peningkatan kualitas ikan asin dengan proses pengeringan efek rumah kaca variasi hybrid. Jtech, 4(1): 6 -18.

Hadi, D.S., Mustaqimah dan R. Agustina. 2019. Karakteristik pengeringan lapisan tipis kunyit (Curcuma domestica VAL) menggunakan pengering tipe tray dryer. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian. 4(4): 432-441.

Ikhsan, M., Muhsin., dan Patang. 2016. Pengaruh variasi temperatur pengering terhadap mutu dendeng ikan lele dumbo (Clarias Gariepinus). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 2. pp:114-122

Mustaqimah., R. Agustina., D. Nurba dan M. Yasar. 2019. Modification and performance test of fish and keumamah dryer with solar energy sources. IOP Conf. Ser : Earth Environt. Sci. 365 012044. 1-5.

Okereke A.N and Onunkwo D.N. 2014. Acceptance of fish crackers produced from tilapia and catfish. IOSR Journal of Environmental Science, Toxicology and Food Technology. 8(11) : 45-48

Rachmawan, O. 2001. Pengeringan, Pendidikan Dan Pengemasan Komoditas Pertanian. Tim Program Keahlian Teknologi Hasil Pertanian, Jakarta.

Sitepu, T. 2012. Pengujian Mesin Pengering Kakao Energi Surya. Jurnal Dinamis, 2(10) pp:23-31.

Taib, G., Said dan Wiraatmadja S. 1987. Operasi Pengeringan Pada Pengolahan Hasil Pertanian. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.

Tilami, S K., dan S, Sampels. 2017. Nutritional value of fish: lipids, proteins, vitamins, and minerals. Journal Reviews in Fisher Sciencen & Aquaculture. 26: 243-253.

Udomkun, P., S. Romuli., S. Schock., B. Mahayothee., M. Sartas., T. Wossen., E. Njukwe., B. Vanlauwe., J. Muller. 2020. Review of solar dryers for agricultural products in Asia and Africa: An innovation landscape approach. Journal of Environmental Management. Vol 268.




DOI: https://doi.org/10.17969/rtp.v13i2.17208

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 2085-2614E-ISSN: 2528-2652
Copyright© 2009-2021 | ISSN: 2085-2614 | EISSN: 2528-2654
Rona Teknik Pertanian is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Program Studi Teknik PertanianFakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala 
associated with Indonesia Society of Agricultural Engineering (ISAE) Aceh.
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email: jronatp@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations