POLA GERUSAN LOKAL AKIBAT PERLAKUAN PADA ABUTMEN JEMBATAN

Nina Shaskia, Maimun Rizalihadi

Abstract


Kegagalan struktur bangunan jembatan akibat gerusan lokal sangat sering terjadi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan gerusan lokal agar struktur jembatan tetap aman. Salah satu penyebab terjadinya gerusan lokal adalah  terhalangnya aliran sungai akibat keberadaan abutmen jembatan. Terganggunya pola aliran sungai ini menyebabkan terjadinya gerusan di sekitar abutmen jembatan yang pada akhirnya dapat merusak keseluruhan struktur jembatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perilaku gerusan lokal akibat perlakuan pada abutmen jembatan. Model abutmen yang digunakan pada penelitian ini adalah abutmen tipe vertical-wall dengan ukuran lebar 12 cm, tebal 4,5 cm, dan  tinggi 80 cm. Perlakuan pada abutmen dilakukan dengan menempatkan orifice dan dengan membelokkan abutmen dengan sudut 90°. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan flume dengan panjang 15,46 meter, lebar 0,50 meter dan tinggi 1,00 meter yang pada dasarnya diberi lapisan pasir setebal 10 cm dengan karakteristik d50 = 0,379 mm dan  sg = 2,786. Pengamatan dilakukan pada debit konstan 2,65 l/det selama 60 menit untuk setiap kali running dan diukur dengan menggunakan point gauge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pada abutmen berpengaruh terhadap kedalaman dan distribusi gerusan yang terjadi. Akibat dibelokkan 90°, kedalaman gerusan pada titik 1, 3, dan 4 berturut-turut berkurang sebanyak 17,8 %, 20,5 %, dan 24,3 %; sedangkan akibat penempatan orifice, kedalaman gerusan pada titik 1, 3, dan 4 berturut-turut berkurang sebanyak 21,6 %, 24,3 %, dan 30,4 %.




DOI: https://doi.org/10.24815/jts.v8i2.14055

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.