Dari Pohon Hidup Ke Kayu Mati: Perubahan Pencarian Keselamatan Orang Dayak dalam Kehidupan Desa di Kalimantan Barat

Ade Ikhsan Kamil

Abstract


Abstract

The study attempted to show why rituals in Nek Lhan's community life were slowly getting lost. The presence of a new religion which is considered paradoxical in faith to Duwata I see as an act of domination by an agency that acts as an intellectual actor. The same thing with new commodities in the economic system Nek Lhan farmers is considered to be contrary to the old economy, namely Ladang and rubber. By using the ethnographic method, I want to show the negotiations made in resolving the contradictions that exist in the religious and economic life of the Nek Lhan community. I concluded that one of the negotiations carried out with the new moral economic was because of the change in the search for safety from the Tree of Life into the form of dead wood, the cross.Keywords: Faith, Agency, Nek Lhan, Economic

Abstrak

Studi ini berusaha untuk memperlihatkan mengapa ritual dalam kehidupan masyarakat di Nek Lhan perlahan mulai hilang. Kehadiran agama baru yang dianggap paradoks dengan kepercayaan terhadap Duwata saya lihat sebagai tindakan dominasi oleh agensi yang berperan sebagai aktor intelektual. Hal yang sama dengan komoditas baru dalam sistem ekonomi petani Nek Lhan dianggap bertentangan dengan ekonomi lama yaitu ladang dan karet. Dengan menggunakan metode etnografi saya ingin menunjukkan negosiasi yang dilakukan untuk menyelesaikan pertentangan yang ada dalam kehidupan keagamaan dan ekonomi masyarakat Nek Lhan. Saya berkesimpulan bahwa salah satu negosiasi yang dilakukan dengan aproriasi moral ekonomi baru karena perubahan pencarian keselamatan dari Pohon hidup (tree of life) ke dalam wujud kayu ‘mati’ yaitu salib.

Kata Kunci: Kepercayaan, Agensi, Nek Lhan, Ekonomi


Full Text:

PDF

References


Bahruddin. 2010 “Pergeseran Institusi Kesejahteraan di Masyarakat Kesukuan ; Studi Jaminan Sosial Tradisional di Masyarakat Suku Sentani Papua”. Tesis Pascasarjana Ilmu Antropologi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada

Baird, Ian G. 2009. Identities and Space. The Geographies of Religious Change amongst the Brao in Northeastern Cambodia. pp. 457-468. Accessed from http://www.jstor.org/stable/40467185.

Chidester, David. And Linenthal, Edward T. (ed). 1995. American Sacred Space, Introduction. Indianapolis: Indiana University Press

Dahniar, Edlin. 2013. Ibarat Pisang, Kami Masih Satu Tandan ; Relasi Sosial Kelompok Melayu dan Dayak Kancing’k. Tesis Pascasarjana Antropologi Universitas Gadjah Mada, tidak diterbitkan.

Fridolin Ukur, dkk. 1994. Kebudayaan Dayak ; Aktualisasi dan Transformasi. Jakarta: PT. Grasindo

Jimmy Kasie. Sejarah Singkat STTB Meliau ; Program Sekolah Penginjilan (STPB). Diakses dari http://sttbethelmeliau.blogspot.com/2012/11/sejarah-singkat-sttb-meliau.html

Marx, Karl. Kapital I ; Seri Kritik Ekonomi Politik. Terj. Hasta Mitra. Yogyakarta.

Metcalf, Peter, 1981, “Meaning and Materialism: The Ritual Economy of Death,” Man, New Series 16(4):563-578.

Michael R. Dove (1988), Sistem Perladangan Indonesia; Suatu Studi Kasus Di Kalimantan Barat. Yogyakarta: UGM Press

Miles, Douglas, 1965, Socio-Economic Aspects of Secondary Burial. Oceania 35(3):161-174.

Mulyanto, Dede. 2013. Pelajaran dari Rumus Umum Kapital. Disampaikan pada Diskusi Ngaji Kapital di Masjid Jenderal Sudirman Komplek Kolombo Yogyakarta.

Riwut, Tjilik. 1993. Kalimantan Membangun – Alam dan Kebudayaan. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Rudi Gunawan. Gereja dan Transformasi Sosial dalam Masyarakat Dayak Kuwalan di Hulu Sungai Buayan. Laporan TPL Meliau 2010. Jurusan Antropologi Budaya.

Sather, Clifford. 1977. Nanchang Padi ; Symbolism of Saribas Iban First Rites Harvest. Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society 50(2):150-170

Sellato, Bernard. 2002. Innermost Borneo ; Studies in Dayak Cultures. Singapore: Singapore University Press.

Soehadha, Moehammad. “Aruh Menjaga Beras Kami ; Religi, Subsistensi, dan Kapitalisme Negara dalam Pengembangan Produksi Pangan di Loksado.”Disertasi Pascasarjana Ilmu Humaniora. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Tsing, Anna Lowenhaupt. Friction : An Ethnography Of Global Connection. New Jersey. Princeton University Press.

Twikromo, Argo. (2011). Memahami Realitas Kehidupan: Berbagi Pengalaman Dalam Penelitian Etnografi. Dalam Mix Methodology dalam Penelitian Komunikasi. Aspikom. Yogyakarta: Mata Padi Pressindo

Wadley and Carol. 2002. Sacred Forest, Hunting and Conservation in West Kalimantan, Indonesia. Human Ecology 32(3): 313-338. Accessed from Jstor.org.

Weber, Max. 1957. Terj. Etika Protestan dan Spirit Kapitalisme. Jakarta: Pustaka Pelajar


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.