Agama di Ruang Publik: Kajian Kritis terhadap Pemikiran Furshet, Casanova, dan Sherkat

Hanifa Maulidia

Abstract


Abstract

Religion has always been an interesting talk of sociologists, both in public and private spaces. This paper discusses the study of religion in the public space are written by Furshet, et al., Casanova, and Sherkat. First, Furseth et al. which explains religion in the five forms of discussion, namely the legal religion in a country, civil religion, religious nationalism, public religion and religious legitimacy, and political power that all take place in the political arena. Secondly, Casanova invites us to be more critical and able to distinguish three meanings of secularization with different connotations, namely secularization as a process of declining beliefs and religious practices in modern society, secularization as a form of privatization of religion, and secularisation as a distinction between the secular space of the state, and knowledge. Third, Sherkat describes religious socialization as an interactive process in which social agents can influence an individual's religious beliefs and religious understanding. These three writings look at religion in the public sphere from a different point of view, which makes us more critical in seeing and understanding a religion.

Keywords: Religion, Secular, Public Space

Abstrak

Agama selalu menjadi pembicaraan menarik para sosiolog, baik di ruang publik maupun privat. Tulisan ini membahas tentang kajian agama di ruang publik yang dikemukakan oleh Furshet, dkk., Casanova, dan Sherkat. Pertama, Furseth dkk. yang menjelaskan agama dalam lima bentuk bahasan, yaitu agama legal dalam sebuah negara, civil religion, religious nationalism, agama publik dan legitimasi agama, dan political power yang semuanya berlangsung dalam arena politik. Kedua, Casanova yang mengajak kita untuk lebih kritis dan mampu membedakan tiga makna sekulerisasi dengan konotasi yang berbeda, yaitu sekulerisasi sebagai proses kemunduran keyakinan dan praktek agama dalam masyarakat modern, sekulerisasi sebagai bentuk privatisasi agama, dan sekulerisasi sebagai pembedaan antara ruang sekuler yaitu negara, ekonomi, dan pengetahuan. Ketiga, Sherkat menjelaskan tentang sosialisasi agama yaitu proses interaktif di mana para agen sosial dapat mempengaruhi keyakinan beragama seorang individu dan pemahaman agamanya. Ketiga tulisan tersebut melihat agama di ruang publik dari sudut pandang yang berbeda, yang membuat kita lebih kritis dalam melihat dan memandang sebuah agama.

Kata Kunci: Agama, Sekuler, Ruang Publik


Full Text:

PDF

References


Agus, Bustanuddin. 2010. Agama dan Fenomena Sosial: Buku Ajar Sosiologi Agama. Jakarta: UI Press.

Casanova, Jose. 2006. “Rethinking Secularization: A Global Comparative Perspective“ dalam Hedgehog Review. Critical Reflexion on Contemporary Culture After Secularization. Charlottesville, USA: Institute for Advance Studies in Culture.

Castells, Manuel. 2010. The Power of Identity: Second Edition With A New Preface. UK: Blackwell Publishing.

Darren E. Sherkat, 2003. “Religious Socialization : Sources of Influence and Influences of Agency” dari buku “Handbook of The Sociology of Religion” edited by Michele Dillon. Cambridge University Press.

Furseth, Inger, dan Repstad. 2006. An Introduction To The Sociology of Religion. England: Asgathe Publishing Limited.

Jenkins, Richard. 2004. Social Identity: Second Edition. London and New York: Routledge

Jurdi, Syarifuddin. 2010. Sosiologi Islam dan Masyarakat Modern: Teori, Fakta, dan Aksi Sosial. Jakarta: Kencana

Ritzer, George dan Doudlas J. Goodman. 2010. Teori Sosiologi: Dari Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodern. Bantul: Kreasi Wacana


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.