Inovasi Pendidikan pada Kaum Marginal

Fathayatul Husna

Abstract


Abstract

Children should not given loads for seeking more income as beggar, singing beggar and scavenger, especially children who under age. This happened in residence of Gajah Wong river that parents mayority work as scavenger and singing beggar. Uniqely, based on Tim Advokasi Arus Bawah (TAABAH) sympaty together with Ledhok Timoho community developed education innovation for children who stayed in marginal area especially residence of Gajah Wong river which is named as Gajah Wong School. This research used qualitative method and to collect data researcher used interview way, documentation, and literature study. Researcher used diffusion and innovation theory to analysis data. The purpose of this research as an example that quality of education not always spending high price till education looks not balance. Whereas, children who stayed in residence of Gajah Wong river also need good quality of education. The result of this research is Gajah Wong School as one of examplesfor spreading creative and innovative education as sympaty action to children who stayed in marginal arean and balancing education

Keywords: Gajah Wong School, marginal education, diffusion, innovation

 

Abstrak

Tidak seharusnya anak-anak diberikan beban untuk mencari nafkah di jalanan sebagai pemulung, pengemis dan pengamen, terlebih anak yang masih di bawah umur. Hal ini terjadi di pemukiman warga bantaran Sungai Gajah Wong yang mayoritas para orang tua bekerja sebagai pemulung dan pengamen jalanan. Uniknya, atas dasar kepedulian Tim Advokasi Arus Bawah (TAABAH) bekerjasama dengan komunitas Ledhok Timoho berdirilah inovasi pendidikan yang diperuntukkan untuk penduduk kawasan marginal bertempat di pemukiman warga bantaran Sungai Gajah Wong yang diberi nama Sekolah Gajah Wong. dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dan mengumpulkan data lewat wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Peneliti menggunakan teori difusi inovasi untuk menganalisa data yang telah peneliti peroleh. Tujuan dari penelitian ini sebagai bentuk contoh bahwa tidak selamanya pendidikan harus diimbangin dengan biaya yang tinggi, sehingga pendidikan terkesan tidak merata. Padahal anak-anak di kawasan marginal sangat penting untuk menerima asupan pendidikan yang baik. Hasil dari penelitian ini adalah Sekolah Gajah Wong sebagai salah satu contoh bahwa untuk menyampaikan pendidikan perlu adanya bentuk inovasi dan kreatifitas sebagai wujud peduli pada anak-anak di kawasan marginal dan pemerataan pendidikan.

Kata kunci: Sekolah Gajah Wong, pendidikan marginal, difusi, inovasi


Full Text:

PDF

References


Asril. 2014. Sekolah Cerdas untuk Pendidikan Anak Marjinal. Jurnal PARALLE, 1(2)

Bungin, Burhan. 2007. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Jamaluddin. 2015. “Model Pendidikan Berbasis Masyarakat”. Al-Fikrah: Jurnal Kependidikan Berbasis Masyarakat. Jambi: IAIN Jambi

Jumiati. 2015. “Penggunaan Metode Becerita sebagai Sarana Penanaman Nilai Moral pada Anak Usia Dini di PAUD Gajahwong, Timoho, Yogyakarta”. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah. Universitas Negeri Yogyakarta

Nugroho, Adityo. 2017. Komunitas Muda Urban Mengelola Sampah: Kajian Partisipatoris Gerakan Peduli Sampah Nasional di Kota Yogyakarta. Jurnal Pemikiran Sosiologi 4(1)

Putro, Heri Cahyo. Peranan Sekolah Gajah Wong Dalam Pemerataan Pendidikan Bagi Anak Miskin. Skripsi: Universitas PGRI Yogyakarta

Ropingi. 2004. Perilaku Sosial Masyarakat Lembah Sungai Gajah Wong Yogyakarta. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 1(4)

Soekanto, Sorjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.