Perbandingan Antara Hasil Pemeriksaan Sitologi Sikatan dan Biopsi Buta pada Penderita Karsinoma Nasofaring

Azwar Azwar

Abstract


Abstrak. Diagnosis Karsinoma Nasofaring (KNF) ditegakkan berdasarkan basil pemeriksaan histopatologi dari jaringan tumor di nasofaring. Metoda biopsi cara buta hanya mampu mengambil spesimen secara tepat sekitar

70%, sehingga biopsi ulangan masih diperlukan..  Tehnik lain untuk mendapatkan spesimen guna menentukan ada tidaknya sel ganas di nasofaring adalah dengan pemeriksaan sitologi. Dengan pemeriksaan sitologi dicari adanya sel kanker pada bahan hapusan atau aspirasi. Salah satu pemeriksaan sitologi yang dianggap dapat mengambil jaringan di nasofaring adalah cara sikatan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik komparatif dengan desain penelitian studi cross sectional.  Penelitian dilakukan untuk membandingkan basil pemeriksaan  sitologi  sikatan  nasofaring dengan    biopsi  buta  pada  penderita  karsinoma nasofaring.  Pada penelitian  ini  didapatkan  sensitivitas  cara  sikatan untuk  mendeteksi  sel  ganas  pada  penderita  karsinoma nasofaring adalah sebesar 75,8%, spesifisitas 100%, nilai prediksi positif 100%, nilai prediksi negatif  20% dan akurasi 77,14%.. Kemampuan sitologi sikatan untuk mengetahui adanya sel ganas pada penderita KNF lebih rendah dibanding biopsi cara buta.(JKS2010; 3: 137-144)

 

Kata kunci: biopsi buta, sitologi, sikatan

 

Abstract.  Diagnose NPC upheld pursuant to result of inspection histopatologi tumor in nasopharynx.  Biopsy method of blind only can take specimen precisely about 70%, so that restating biopsy still needed.   Other technics to take specimen for determine there is malignant cells or not in nasopharynx with inspection of citology. With inspection of sitologi searched the existence of cancer cell from materials of smear or aspiration. One of the inspection sitologi that assumed can take specimen in nasofaring is brush biopsy. This Research represent analytic  observasional comparative research with  desain study of  cross sectional. This  research conducted to prove hypothesis that there is correspondence among the result of inspection citology brush biopsy and blind biopsy in determining there is malignant cells or not at patient of nasopharyngeal  carcinoma. At this research has got value of sensitivity brush biopsy to detect malignant cells at patient of nasopharynx carcinoma

75,8%,  spesifisitas  100%, positive  predictive value  100%, negative predictive value  20%  and  accuration

77, 14%. Ability of sitologi brush biopsy to know the existence of malignant cells at NPC patient is  lower than blind biopsy.(JKS 2010; 3:  137-144)

Keywords : blind biopsy, cytology, brush biopsy


Keywords


Kata kunci: biopsi buta, sitologi, sikatan; blind biopsy, cytology, brush biopsy

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Her, C. Nasopharyngeal Cancer and the

Southeast Asian Patient. Am Fam Physician.

(63):1776-82, 1785

Stanley, R.E. Clinical Presentation & Diagnosis in Nasopharyngeal Carcinoma. Chang, Ed. Singapore: Armour Publishing. 1997: 29-35

Hadi, W. Aspek klinis dan histopatologi karsinoma nasofaring di Lab/SMF TIU FK Unair/RSU Dr Soetomo Surabaya. Lab/SMF THT FK Unair/RSU Dr Soetomo Surabaya.

Tjahjono. Deteksi dini kanker : Peran pemeriksaan sitologi dan antisipasi era pasca genom. Pidato Penerimaan Guru Besar Universitas Diponegoro Semarang. 1998.

Kooning, P.P., Dickinson, K., Schlaerth, J.B. A randomized clinical trial comparing the Cytobrush and cotton swab for Papanicolaou smears. Obstetrics & Gynecology. 1992.80:

-245.

Sheen, T.S., Ko, J.Y., Chang, Y.L.

Nasopharyngeal swab and PCR for screening of nasopharyngeal carcinoma in the endemic area : a good suplement to serologic screening, Head Neck, :Oec. 1998. 20(8):732-8.

Li, S.Q., Orr, J.E., Allen, E.A. Colonic Brushing Cytopathology and its correlation with Tissue Biopsies. 1989

Hariwiyanto, B., Joko, B.U.,Tan, LB. Brushing method for malignancy detection in nasopharinx. ENT Department Sardjito Hospital-Faculty of Medicine Gadjah Mada University. Yogyakarta. 2001

Tune, C.E., Liavaag, P.G., Freeman, J.L.

Nasopharyngeal Brush Biopsies and Detection

of Nasopharyngeal Cancer in a High-Risk Population, in Journal of the National Cancer Institute. 1999. 91a (9): 796-800.

Lunardhi, J.H. Diagnostik tumor dengan biopsi jarum halus. Pidato Penerimaan Jabatan Guru Besar. Airlangga University Press. 2005.

Ballenger, J.J. Anatomi bedah faring, Dalam Penyakit telinga hidung tenggorok, kepala dan leher. ed. Ballenger, J.J, edisi ke 13. Jakarta: BinaRupa Aksara. 1993: 318-27.

Vasef, M.A., Ferlito, A., Weiss, L.M.

Clinicopathological Consultation Nasopharyngeal Carcinoma, with Emphasis on its Relationship to Epstein-Barr Virus, in Ann Otol Rhino! Laryngol. 1997.(106):348-53.

Neel III, H.B., Slavit, D.H. Nasopharyngeal Cancer, in Head and Neck Surgery Otolaryngology, Bailey BJ, ed. Philadelphia: Lippincott Co. 2001: 1257-1273.

Martoprawiro, S.S., Sandhika, W., Fauziah, D.

Aspek patologi tumor THT -kepala leher, dalam Naskah lengkap PKB ilmu penyakit THT

KL; Perkembangan terkini diagnosis dan penatalaksanaan tumor ganas THT- KL, Mulyarjo, dkk eds. Surabaya. 2002: 9-37.

Mulyarjo. Epiderniologi dan gambaran klinik karsinoma nasofaring, dalam Naskah lengkap Simposium kanker nasofaring dan demo biopsi nasofaring dengan tehnik aspirasijarum halus. Surabaya. 2003: 1-6.

Chia, K.S., Lee, H.P. Epidemiology in Nasopharyngeal Carcinoma, Chang, Ed. Singapore:Armour Publishing.1997: 29-35

Putra, S.T.Konsep patobiologi dan imun mukosal, dalam Imunologi mukosal, Soeparto, P., Judayana, F.M., Putra, S.T., Marto Sudarmo, S, eds, GRAMIK FK Unair.1997:27-48.

Keiff, E., Leibowitz, D. Oncogenesia by

Herpesviruses, in Oncogenesia and the

Molecular Origin of Cancer, ed. Weinberg RA, Lange Medical Book.Massachussets: CSH Laboratory press.1989: 260-77

Putra, S.T.Patobiologi Kanker dan Perkembangannya.Simposium Onkologi Dasar, Konas II POI, Surabaya.1993:8-34.

Chew, C.T.Nasopharynx (the postnasal space), in Scott-Brown's Otolaryngology, Butterworth,

hEd.1987.( 1.4):312-330.

Sutjipto.Peranan swab dan washing secara.avue pada diagnosis tumor ganas nasofaring, Lab I SMF THT FK Unair I RSU Dr Soetomo Surabaya, Karya akhir.1983

Roezin, A.Deteksi dan pencegahan karsinoma nasofaring, dalam Pencegahan dan deteksi dini penyakit kanker, Susworo R, Tjarta A dkk, eds. POI.Jakarta:UI- Press.1983: 274-288

Lau, S.K., Hsu, C.S., Sham, J.S., Wei, W.I. The cytological diagnosis of nasopharyngeal carcinoma using a silk swab stick, in Cytopathology. 1997. 5(2): 239-46.

Tjekeg, M., Rifki, N., Pandi, P.S., Gambaran Makroskopik Karsinoma Nasofaring (Evaluasi pada 51 kasus), dalam Kumpulan Naskah Ilmiah Kongres Nasional VII Perhati, Surabaya.1983:

-786


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 1411-3848E-ISSN: 2579-6372
Copyright© 1987-2017 | ISSN: 1412-1026 | EISSN: 2550-0112 
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by:
Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
 
Jl. Tgk. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +626517551843 
Email: jks@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines | Editorial Policies | Contact | Statistics | Indexing | Citations