PERANCANGAN RAPID DENGUE ASSESSMENT FORM BAGI PETUGAS SURVEILANS PUSKESMAS KOTA BANDA ACEH

Diana Maya, Mudatsir Mudatsir, Nizam Ismail

Abstract


Abstrak.Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit febris-virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti betina lewat air liur gigitan saat menghisap darah manusia.  Saat ini DBD merupakan penyakit endemik di Kota Banda Aceh yang dipantau melalui Penyelidikan Epidemiologi (PE) terhadap DBD dilakukan oleh tim surveilans puskesmas dengan menggunakan formulir PE dan formulir kejadian luar biasa (W1) dan wabah (W2). Namun pelaporan dan pencatatan terkendala oleh terbatasnya pengisian terhadap penderita.Pada formulir PE hanya mencantumkan pencatatan terhadap komunitas tanpa mempertimbangkan lokasi penderita mendapatkan gejala awal terhadap gigitan nyamuk dan kemungkinan tindakan medis lainnya.Tujuan penelitian ini adalah merancang suatu formulir pencatatan dan pelaporan Rapid Dengue Assessment Form yang dapat mengakomodir kebutuhan penghitungan cepat bila terjadinyanya kasus KLB DBD. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode research dan development melalui metode deskriptif dengan proses induktif.  Metode pengumpulan data melalui FGD pada kelompok surveilans epidemiologi, promosi kesehatan.

(JKS 2016; 2: 99-106)

Kata kunci : demam berdarah dengue, surveilans, rapid dengue assessment form,


Abstract.Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an acute febric viral disease caused by dengue virus carried by female Aedes aegypty mosquito through saliva while sucking human blood. Nowadays, DHF is an endemic disease in Banda Acehthat investigated with Epidemicological investigation againts DHF done by primary health centre surveillance  team by using Epidemiological Investigation Form and Outbreak or Epidemic Form. But the reporting and the recording constrained by the limited filling to individuals. Epidemiological investigations form only lists the recording of the community without considering where the person obtain the initial symtoms of mosquito bites and the posibility of other medical action. The purpose of the research is to design a form  for recording and reporting Rapid Dengue Assessment form that accommodate the need of quick count when DHF outbreak occurs. This qualitative research use Research and Development method through descriptive method with inductive process. Respondents are primary health care surveillance staffs consists of epidemiological surveillance, health promotion, environmental health and general preactitioner. (JKS 2016; 2: 99-106)

Keywords : Dengue Hemorrhagic Fever, Surveillance, Rapid Dengue Assessment Form

Keywords


demam berdarah dengue; surveilan; rapid dengue assessment form; Dengue Hemorrhagic Fever; Surveillance; Rapid Dengue Assessment Form

Full Text:

PDF

References


Undang-undang Republik Indonesia No 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Badan Penanggulangan Bencana, Jakarta

Departemen Kesehatan RI. (2007). Pedoman penanggulangan bencana bidang kesehatan. Kepmenkes RI No 145 tahun 2007

Hariyana, B. (2007). Pengembangan sistem informasi surveilans epidemiologi demam berdarah dengue untuk kewaspadaan dini dengan sistem informasi geografis di wilayah dinas kesehatan kabupaten Jepara (Studi Kasus di Puskesmas MlonggoI). Tesis. Semarang

World Health Organization. (1999). Demam berdarah dengue : diagnosis, pengobatan, pencegahan dan pengendalian ed 2.( Alih bahasa Monica Ester ). Jakarta. EGC.

Kusumawardhani, E, & Acmadi, U., F. (2012).Demam berdarah dengue di pedesaan.Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 7(3) 120-125

Ladjamudin, A (2005). Analisis dan desain sistem informasi.Yogyakarta : Graha Ilmu.

Robbin, S. P., et al. (2004).Manajemen. Jakarta. Indeks Group Gramedia.

Timmreck, T. C. (2012). Epidemiologi : suatu pengantar. Ed.2. (Alih Bahasa Munaya Fauziah dkk).Jakarta : EGC .

Kementerian RI.(2011a). Modul pengendalian demam berdarah dengue. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan

Richwanto, F, Hestiningsih, R, &Saraswati., L, D. (2013). Hubungan kejadian keberadaan tempat perindukan nyamuk aedes aegypty dengan kejadian demam berdarah dengue di 3 kelurahan endemis kota Palangkaraya 2012. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013. 2(2) 56-60

Hutagalung, J.Halim, W. & Koto, A. (2011).Demam berdarah dengue ( DBD) di provinsi Sumatera Barat Indonesia 2009. Outbreak, Surveilance, Investigation Report. 4(2) 1-5

Mubin, H. (2012) Panduan praktis ilmu penyakit dalam.diagnosis dan terapi. Jakarta. EGC.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 1411-3848E-ISSN: 2579-6372
Copyright© 1987-2017 | ISSN: 1412-1026 | EISSN: 2550-0112 
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by:
Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
 
Jl. Tgk. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +626517551843 
Email: jks@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines | Editorial Policies | Contact | Statistics | Indexing | Citations