PENGOBATAN ASMA DENGAN OMALIZUMAB

Novita Andayani

Abstract


Abstrak. Asma bronkial merupakan salah satu reaksi alergi berupa peradangan (inflamasi) pada saluran pernafasan. asma termasuk dalam reaksi hipersensitifitas tipe 1 yang termediasi oleh IgE. Dalam keadaan normal, IgE dalm serum kadarnya berkisar antara 0,1-0,4 ug/ml, apabila tubuh tersensitisasi oleh allergen luar, maka igE meningkat lebih dari 1 mg/ml dan disebut IgE yang tersensitasi. Omalizumab (xolair, genentech) merupakan IgG manusia rekombinan monoclonal (anti IgE) yang berikatan dengan molekul. omalizumab mengikat sirkulasi IgE dengan mengabaikan allergen spesifik. Saat ini anti IgE disetujui oleh FDA yang tersedia di Amerika untuk terapi Asma. Telah ditunjukan sangat efektif dalm memblok respon hipersensitifitas tipe segera dengan jalan memblok degranulasi mast cell, yang mana merupakan masalah yang sangat besar dalam fase ekskalasi dari imunoterapi allergen konvensional.

 Kata kunci: Asma, Omalizumab, igE

Abstract. Asthma bronchial is one of allergic reactions such as inflammation in the airways. Asthma included in type 1hypersensitivity reactions are mediated by IgE. Under normal circumstances, preformance of IgE serum levels ranged between 0.1-0.4 ug / ml, when the body is sensitized by outdoor allergens, the IgE increase of more than 1 mg / ml and called sensitized IgE. Omalizumab (Xolair, Genentech) is a recombinant of human monoclonal IgG (anti-IgE), which binds to the molecule. omalizumab binds to ignore circulating of specific IgE allergen. Anti-IgE is currently approved by the FDA are available in the US for the treatment of asthma. It has been shown to be very effective preformance block-type to hypersensitivity response immediately to block degranulation of mast cell, which is a very big problem in the escalation phase of conventional allergen immunotherapy.

Keywords: Asthma, Omalizumab, igE


Keywords


Asma, Omalizumab, igE Asthma, Omalizumab, igE

Full Text:

PDF

References


Baratawidjaja, K Garna. Imunologi Dasar. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. 2004.1.

Bagian Farmakologi FKUI. Farmakologi dan Terapi. Gaya Baru: Jakarta. 1998.702.

Anan, MK. Hypersensitivity Reaction, Immediate. Emidicine Specialties. 2004. Http://www.emidicine.com/emidicinespecialties/allergy/pathogenesis.htm

Indah Rahmawati dkk. Patogenesis dan Patofisiologi Asma. Cermin Dunia Kedokteran. 2003. Http://kalbe.co.id

Kelly, William. Allergic and Environmental Atsma. Emidicine Specialties. 2006. Http://www.emidicine.com/med/allegAtsma.htm

Guntur, AH. One airway one disease. Perspektif Masa Depan Imunologi-Infeksi. Edisi I. editor: Reviono. Sebelas Maret University Press: Surakarta. 2004.

Strunk, Robert C dkk. Omalizumab for Asthma. 2006. www.nejm.org

Milgrom, henry dkk. Treatmen Of Allergic Asthma with Monoclonal Anti-IgE antibody. 1999. www.nejm.org.


Refbacks




Creative Commons LicenseISSN: 1411-3848E-ISSN: 2579-6372
Copyright© 1987-2017 | ISSN: 1412-1026 | EISSN: 2550-0112 
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by:
Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
 
Jl. Tgk. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +626517551843 
Email: jks@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines | Editorial Policies | Contact | Statistics | Indexing | Citations