GAMBARAN TRANSILUMINASI TERHADAP PENDERITA SINUSITIS MAKSILARIS DAN SINUSITIS FRONTALIS DI POLI THT RSUD Dr. ZAINOEL ABIDIN

Teuku Husni

Abstract


Abstrak. Sinusitis adalah proses peradangan pada ruang sinus. Penelitian tentang gambaran transiluminasi pada penderita sinusitis maksilaris dan sinusitis frontalis di poli telinga hidung dan tenggorok (THT) Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran transiluminasi pada penderita sinusitis maksilaris dan frontalis serta menilai derajat keparahannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Sebanyak 52 penderita sinusitis maksilaris dan sinusitis frontalis di poli THT RSUD dr. Zainoel Abidin dilakukan pemeriksaan transiluminasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase penderita sinusitis maksilaris sebesar 86,54% dan penderita dengan sinusitis frontalis sebesar 9,62%. Derajat keparahan sinusitis maksilaris pada penelitian ini adalah: derajat 2 > derajat 1 > derajat 0 > derajat 3, sedangkan untuk sinusitis frontalis memenuhi urutan: derajat 2 > derajat 3 > derajat 1 = derajat 0. Analisa deskriptif menunjukkan bahwa perempuan (n=32) lebih dominan menderita sinusitis maksilaris dibandingkan laki-laki (n=15), sedangkan untuk sinusitis frontalis, perempuan (n=2) lebih sedikit dibandingkan laki-laki (n=3).

Abstract. Sinusitis is the inflammation of the sinus space. The research on transillumination’s description toward patient with maxillary sinusitis and frontal sinusitis in Ear, Nose and Throat (ENT) policlinic at Dr. Zainoel Abidin Hospital has been done. The research has an objective to determine transillumination description toward patient with maxillary sinusitis and frontal sinusitis and to acces severity level. The research is a descriptive study with cross sectional method. A total of 52 sampel of patient who suffered from maxillary sinusitis and frontal sinusitis in ENT policlinic. The result of the research indicate that the percentage of patient with maxillary was 86.54% and patient with frontal sinusitis was 9.62. Sinusitis and examination results in this study shows are maxillary sinusitis has the following level order: Grade 2 > grade 1 > grade 0 > grade 3, where as for frontal sinusitis has the following level order grade 2 > grade 3 > grade 1 = grade 0. Descriptive analysis getting that female (n=32) has dominant case on maxillary sinusitis over male (n=15), whereas for frontalis sinusitis case on female (n=2) has fewercase than male (n=3).


Keywords


Sinusitis maksilaris; sinusitis frontalis; pemeriksaan transiluminasi; derajat transiluminasi Maxillary sinusitis; frontal sinusitis; transillumination examination; severity level of transillumination

Full Text:

PDF

References


Mangunkusumo E, dan Rifki N. Sinusitis, Dalam : Soepardi EA, Iskandar N. Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. FKUI : Jakarta. 2006 : 120-124

Dykewics MS. Hamilos DL. Rhinitis and Sinusitis. J Allergy Clin Immunol. 2010. 125 : 103-104

Pramono. Rhinitis Alergi Perenial Sebagai Salah Satu Faktor Resiko Sinusitis Maksila Kronis. Skripsi. Bagian ilmu kesehatan FK UNDIP Semarang. 1999

McGowan DA, Baxter PW, James J. The Maxillary Sinus and its Dental Implication. Butterworth-Heinemann Ltd. London. 1993 : 40

Lim R. Clinical Practice Guideline For The Management Of Sinusitis In Family Practice. 2000. http://www.unilab.com. ph/hcp/CMS_Files/Management% 20of% 20Sinusitis%20in%20Family%20Practice.pdf [diakses pada 8 agustus 2010]

Sambuda A. Korelasi Antara Rinitis Dengan Sinusitis Pada Pemeriksaan Sinus Paranasalis Di Instalasi Radiologi RSUD Dr Moewardi Surakarta. Skripsi. Fakultas Kedokteran Sebelas Maret. 2008

Cora Z, Korelasi Tes Kulit Cukit Dengan Kejadian Sinusitis Maksila Kronis di Bagian THT FK USU/RSUP H. Adam Malik MEDAN Tahun 2001. Tesis. Universitas Sumatera Utara. 2003

Siahaan KDM. Pola Kuman Pada Kepekaan In Vitro Pada Sinusitis Maksilaris Akut/Subakut Di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Skripsi. Universitas Diponegoro. 1998

Rodrigues MTV, Munhoz EA, Cardoso CL, Freitas CA, Damante JH. Chronic maxillary sinusitis associated with dental impression material. Med Oral Patol Oral Cir Bucal. 2009 : 14 : E163-6

Ugincius P, Kubilius R, Gervickas A, Vaitkus S. Chronic Odontogenic Maxillary Sinusitis. Baltic Dental and Maxillofacial Journal. 2006 : 8 : 44-48

Anggraini DR. Anatomi dan Fungsi Sinus Paranasal. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. 2005

Erwin. Sinusitis Maksilaris dan Perawatannya. 2009. http://www.ners-indonesia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=52:sinusistis-maksilaris&catid=34:ilmiahkeperawatan&Itemid=60[diakses pada 12 April 2011].

Piccirillo JF. Acute Bacterial Sinusitis. N Engl J Med. 2004. 351: 902-910

Hickner JM. Signs/ Symptoms Of Acute Maxillary Sinusitis. BMJ. 2001. 311:233

Williams J. dan Simel D. Does this patient have sinusitis? Diagnosing acute sinusitis by history and physical examination. JAMA. 1993. 270 : 1242-4126

Thomas M. Yawn B. Price D. Lund V. Mullol J. Fokkens W. The Primary Care Diagnosis and Management of Rhinosinusitis and Nasal Polyps 2007. a Summary. Prim Care Resp J. 2008. 17 : 79-89

Kelly B. Transillumination Of The Antrum. The British Medical Jurnal. 1905. 207


Refbacks




Creative Commons LicenseISSN: 1411-3848E-ISSN: 2579-6372
Copyright© 1987-2017 | ISSN: 1412-1026 | EISSN: 2550-0112 
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by:
Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
 
Jl. Tgk. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +626517551843 
Email: jks@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines | Editorial Policies | Contact | Statistics | Indexing | Citations