GAMBARAN PENDERITA FLOUR ALBUS DI POLIKLINIK GYNEKOLOGI RSUD Dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH PERIODE AGUSTUS 2011

Mohd Andalas, Abdillah Syukri, Andalus Azhar

Abstract


Abstrak. Tujuan: Untuk mengetahui distribusi penderita flour albus di poliklinik gynecology Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh periode Agustus tahun 2011.

Metode: Penelitian Deskriptif cross sectional dengan mengeksplorasi data primer dari pemeriksaan dan akan dilaporkan melalui distribusi berdasarkan usia, pendidikan, penyebab, status perkawinan, dan pemakaian alat kontrasepsi.

Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 18 orang penderita flour albus selama bulan Agustus 2011. Terbanyak dari kasus adalah pada usia antara 25-34 tahun (55,6 %). Penderita terbanyak dengan pendidikan SMA (77,7 %). Penyebab yang paling banyak didapatkan  adalah bakteri vaginalis (50%). Penderita flour albus umumnya sudah menikah (77,8 %). Dan Penderita flour albus lebih banyak yang memakai alat kontrasepsi  (55,6 %).

Kesimpulan: Jumlah kasus flour albus pada Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh selama periode Agustus 2011 adalah 48,8 % dari seluruh kasus ginekologik lainnya, Sebagian besar penderita berada pada usia reproduktif, berpendidikan SMA, dengan bakteri vaginalis sebagai penyebab utama, umumnya sudah menikah dan banyak pada pemakai alat kontrasepsi.

Abstract. Objective: The aims this study is to determine the distribution of flour albus patients in gynecology out patient dr. Zainoel Abidin General Hospital Banda Aceh, the period of August 2011.

Methods: The descriptive cross sectional study with explore the primary data from the examination and will be reported through the the distribution of according to age, education, causes, marital status, and use of contraception.

Results: Based on this research available patients flour albus 18 persons during the month of August 2011. The most of the cases were between the ages of 25-34 years (55.6%). Most Patients with high school  (77.7%). The cause of the most widely available are the bacterial vaginalis (50%). Patients usually flour albus was married (77.8%). Patients with flour albus and more are using contraception (55.6%).

Conclusions: The number of of cases flour albus at the Regional General Hospital of Banda Aceh, Abidin Zainoel during the period August 2011 48.8% of all other gynecologic cases, The majority of patients are at reproductive age, high school educated, with bacterial vaginalis as the primary cause, usually was married and many on users of contraception.


Keywords


Flour albus; usia reproduktif; bakteri vaginalis; alat kontrasepsi Flour albus; reproductive age; bakterial vaginalis; contraception devices

Full Text:

PDF

References


Wiknjosastro, H, Saifuddin, B, Rachimhadi, Trijatmo. Radang dan Beberapa penyakit lain pada alat genital wanita in Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo. Jakarta,1999. hal 134-36.

Amiruddin, D. Fluor Albus dalam Penyakit Menular Seksual. LKIS. Jogjakarta, 2003.

Richard L. Sweet,Ronald S. Gibbs. N. Infectious Diseases Of The Female Genital Tract . Fifth Edition, Wolters Kluwer, 2009; 1: page 1- 17.

Vern L. Katz, MD, Rogerio A. Lobo, MD, Gretchen Lentz, MD, and David Gershenson, MD. Comprehensive Gynecology. Fitfh Edition. University of California.2007; page 345-58

Manoe, I.. M.S,dkk. Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi. Bagian/SMF Obstetri dn Ginekologi Fakultas Kedokteran Unhas RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo. Ujung pandang, 1999.

Soeprihatin SD, dkk. Berbagai hal dihubungkan dengan penderita fluor albus. 1997 MKI; hal: 7 - 8: 997 - 1004

Turatmo W. Pengalaman klinik pengobatan fluor albus di Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita. Pekan Pertemuan Ilmiah V. Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Jakarta, 1986.

Soeprihatin SD. Tinjauan etiologi keputihan dan pengobatannya. Seminar Pengobatan Rasional Keputihan. Jakarta, 1981.

Ramayanti. Pola Mikroorganisme Flour Albus Patologis Yang disebabkan oleh infeksi pada Penderita Rawat Jalan di Klinik Ginekologi RSU Dr. Kariadi Semarang. Undip. Semarang, 2004. hal 1-26.

Lestadi J, dkk. Pengobatan keputihan pada akseptor KB pil, akseptor KB spiral dan kelompok non KB dengan AlbothyL Medika; 1988. Bab 5: hal: 401- 05.

McLennan MT dkk. Diagnosis of vaginal mycosis and trichomoniasis. Obstetric and Gynaecol 1972; 40 : 231

Emiliana, dkk. Karakteristik Penderita Flour Albus di Puskesmas Cempaka Putih Barat I. Jakarta, 1992.

Lubis M, dkk. Keputihan pada akseptor Keluarga Berencana. Diskusi Berkala Dokter Keluarga I/1988. Jakarta,1988.

Djuanda, dkk.Vaginosis Bakterial. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jubianto Judanarso, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta 1999. hal. 386-92.

Sobel J.D. Vulvovaginal Candidiasis. In: Sexually Transmitted Diseases. 3rd. Gerd E. Gross, Stephen K. Tyring edt. The Mc. Graw – Hill Company. USA.1999 page 613-23.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 1411-3848E-ISSN: 2579-6372
Copyright© 1987-2017 | ISSN: 1412-1026 | EISSN: 2550-0112 
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by:
Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
 
Jl. Tgk. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +626517551843 
Email: jks@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines | Editorial Policies | Contact | Statistics | Indexing | Citations