GAMBARAN KEBUTUHAN HIDUP PASIEN SKIZOFRENIA DAN GANGGUAN PSIKOTIK LAINNYA MENURUT DIRINYA DAN PELAKU RAWAT DI POLI RAWAT JALAN JIWA RSUD. DR. SOETOMO SURABAYA TAHUN 2017

M. Fata Fatihuddin, Khairina Khairina, Lilik Djuari

Abstract


Abstrak. Setiap makhluk hidup mempunyai kebutuhan, tidak terkecuali manusia.  Kebutuhan tersebut menjadi dasar dan syarat untuk keberlangsungan hidup manusia. Adanya penyakit didalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan kebutuhan, baik secara fisiologis maupun psikologis. Karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan kebutuhan lebih besar dari biasanya. Tujuan utama dari terapi pada skizofrenia adalah pemulihan. Pemulihan dapat dicapai baik dari segi fungsi mental maupun fisik. Terdapat empat faktor penilaian dalam menentukan terapi pemulihan termasuk diantaranya hilangnya gejala, fungsi pekerjaan, kehidupan mandiri, dan relasi yang perlu melibatkan peran pasien skizofrenia sendiri, pelaku rawat, maupun masyarakat (Lieberman dan Murray, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebutuhan hidup pasien skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya menurut dirinya sendiri dan menurut pelaku rawatnya. Dan membandingkan gambaran kebutuhan hidup pasien skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya menurut dirinya dan pelaku rawatnya.

Subjek penelitian mencakup 30 pasien skizofrenia dan pelaku rawatnya yang berobat jalan di poli jiwa RSUD. Dr. Soetomo pada bulan November-Desember 2017. Pemilihan subjek dilakukan secara konsekutif menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini mengambil data dari wawancara dan kuesioner dari instrumen Camberwell Assessment of Need Short Appraisal Schedule (CANSAS). Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional cross-sectional dan chi square untuk mengolah datanya.

Perbandingan jenis kelamin laki-laki dan perempuan pada pasien skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya adalah 1,1:1. Umur pasien skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya (73,3%) berkisar antara 19-39 tahun. Sebagian besar pasien skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya belum menikah (53,33%). Pasien skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya memiliki pekerjaan menjadi ibu rumah tangga (30%) bagi yang perempuan dan (16,7%) tidak bekerja. 50% dari pasien skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya terdiagnosa skizofrenia paranoid, dan sudah menyandang lama sakit lebih dari 5 tahun (63,3%). Hubungan kekerabatan dari pelaku rawat pasien skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya sebesar 56,7% adalah orang tua. Didapatkan beberapa kebutuhan pasien skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya yang tidak terpenuhi dalam penelitian ini menurut pasien skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya dan menurut pelaku rawatnya. Dari 22 pertanyaan CANSAS, kebutuhan pasien skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya yang dilaporkan pelaku rawatnya lebih tinggi daripada menurut pasien skizofrenia. Pasien skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya dan pelaku rawatnya menilai adanya masalah akomodasi, perawatan rumah, telefon/alat komunikasi, aktivitas sehari-hari dan kesehatan fisik yang dinilai tinggi dalam pemenuhan kebutuhan hidup pasien skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya. Tidak adanya hasil yang bermakna (p<0,05) dalam penelitian ini yang berarti tidak adanya perbedaan dalam menilai kebutuhan hidup menurut pasien skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya dan menurut pelaku rawatnya. Diharapkan instrumen ini bisa digunakan untuk pemantauan kebutuhan pasien skizofrenia apakah pasien skizofrenia mempunyai masalah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya ke depannya.

 

Kata Kunci: Skizofrenia, Kebutuhan hidup, Pelaku asuh, Instrumen CANSAS

 

Abstract. Background: Every human being has a need that becomes the basis and conditions for the sustainability of his life. The presence of disease in the body can cause changes in the needs, both physiological and psychological. The main goal of therapy in schizophrenia is restoration. Recovery can be achieved both in term of mental and physical function. There are four assessment factors in determining revobertu including loss of symptoms, occupational function, independent living, and relationships that need to involve the role of self-schizophrenic, caregiver, and community. And the recovery is related to the needs of people with schizophrenia.

Objective: To determine the description of the needs schizophrenia and other psychotic disorders according to theirself and according to their caregiver. And to compare the description of the needs of a schizophrenic person and other psychotic disorders according to theirself and according to their caregiver.

Materials and Method: The subjects include 30 people with schizophrenia and 30 their caregiver(S). who went to the hospital in RSUD. Dr. Soetomo in November-Desember 2017. Subject selection is done consecutively and use inclusion and exclusion creteria. This study takes data from interviews and questionnaires from the Camberwell Instrument assessment of need short appraisal schedule (CANSAS). Used the analitic observasional study cross-sectional and chi square descriptibe study to process the data.

Result: The male and female sex ratioin schizophrenia patient and other psychotic disorders is 1.1: 1. Schizophrenia and other psychotic disorders age is ranged from 19-39 years (73.3%). Most of the schizophrenia and other psychotic disorders are unmarried (53.33%). People with schizophrenia and other psychotic disorders have a job of being housewives (30%) for women and (16.7%) not working. 50% of schizophrenic outcomes and other psychotic disorders are diagnosed with paranoid schizophrenia, and have been sick for more than 5 years (63.3%). The relationship of caregiver of schizophrenia and other psychotic disorder is parent (56,7%). Some needs of schizophrenic and other psychotic disorders are not met in this study according to schizophrenia and other psychotic disorders and according to their caregiver.

Conclusion: From 22 CANSAS questions, the need of people with schizophrenia and other psychotic disorders reported by caregivers is higher than according to schizophrenics. People with schizophrenia and other psychotic disorders and their caregiver(s) assess the problem of accommodation, home care, telephones / communication devices, daily activities and physical health are highly rated in the needs of people with schizophrenia and other psychotic disorders. The absence of significant results (p <0.05) in this study meant that there was no difference in viewpoints in assessing the schizophrenic needs of the schizophrenic life according itself and according to the caregiver. In addition, It is expected that this instrument can be used to monitor the needs of people with schizophrenia whether people with schizophrenia have problems in their future life needs.

 

Keywords: Schizophrenia, life needs, caregiver, CANSAS instrumen


Keywords


Schizophrenia, life needs, caregiver, CANSAS instrumen

References


Daftar Pustaka

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1993). Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ). Edisi III. Jakarta

Dewi S, Elvira S.D, Budiman R. (2013). Gambaran Kebutuhan Hidup Pasien Skizofrenia. Departemen Psikiatri, FK UI Jakarta. J Indon Med Assoc 63(3).

Haryoso, B. (2010) Teknik pemanenan air hujan (rain water harvesting) sebagai alternatif upaya penyelamatan sumber daya air di wilayah DKI Jakarta. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, Vol. 11, No. 2: 29-39.

Issakidis C, Sanderson K, Teeson M, Johnston S, Buhrich N. (1999). Intensive case management in Australia: a randomized controlled trial. Acta Psychiatr Scand.

Lieberman J, Murray R. (2001). The outcome of psychotic illness comprehensive care of schizophrenia. London: Martin Dunitz Ltd.

Lukas, D. C. (2016). Referat efek samping obat antipsikotik.

NIMH. Schizophrenia. (2012); www.nimh.nih.gov. [Accessed: 2016 July 2].

Ochoa S, Haro JM, Autonell J, Pendas A, Teba F, Marquez M. (2003) Met and unmet needs of schizophrenia patients in a Spanish sample. Schizophr Bull.

Putri, P.K. dan Ambarini, T.K. (2012). Makna hidup pasien skizofrenia pasca rawat inap. Fakultas Prsikologi Universitas Airlangga: Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental. Vol. 1 No. 02.

Schilithler AC, Scazufca M, Busatto G, Coutinho LM, Menezes PR. (2007) Reliability of the Brazilian version of the Camberwell Assessment of Needs (CAN) in first-episode psychosis cases in Sao Paulo, Brazil. Rev Bras Psiquiatr.

Slade M. (1999). Need Assessment: Involvement of staff and users willhelp to meet needs. Br J Psychiatry.

Thiehunan, L. (2011). Penentuan validitas dan reabilitas instrumen Camberwell assessment of need short appraisal schedule (CANSAS) versi Bahasa Indonesia.. Jakarta: Departemen Psikiatri RSPUN Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia;

World Health Organization (WHO). (2004). The World Report 2004 Statistical Annex.




DOI: https://doi.org/10.24815/jks.v18i1.11207

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 1411-3848E-ISSN: 2579-6372
Copyright© 1987-2017 | ISSN: 1412-1026 | EISSN: 2550-0112 
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by:
Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
 
Jl. Tgk. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +626517551843 
Email: jks@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines | Editorial Policies | Contact | Statistics | Indexing | Citations