Effect of Sintering Time and Diameter on Bi-Pb-Sr-Ca-Cu-O Superconducting Wire Formation with TiO2 Dopant by Silver (Ag) Tube

Cindy Al Kindi, Agung Imaduddin, Timbangen Sembiring, Pius Sebleku

Abstract


Pengaruh waktu sintering dan diameter terhadap pembentukan kawat superkonduktor Bi-Pb-Sr-Ca-Cu-O dengan dopan TiO2 menggunakan tabung perak (Ag) menjadi penting untuk dibahas karena hal ini berpengaruh terhadap adanya suhu kritis yang merupakan syarat penting superkonduktor. Pada penelitian ini ada beberapa tahap yang dilakukan yaitu preparasi bahan, proses permesinan, penarikan kawat dan proses perlakuan panas. Serbuk BPSCCO dengan dopan TiO2 dimasukkan ke dalam tabung perak (Ag) dan dikalsinasi pada temperatur 820oC selama 20 jam, lalu proses penarikan (Rolling) sampai diameter 6 mm dan 2,6 mm serta sintering dilakukan pada temperatur 850oC selama 9 jam dan 30 jam untuk masing-masing ukuran diameter dengan dua kali proses sintering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawat superkonduktor memiliki suhu kritis yaitu Tc onset = 99 K dan Tc zero = 70 K. Waktu yang sangat berpengaruh pada pembentukan fasa superkonduktor yaitu sintering selama 9 jam sedangkan untuk ukuran diameter kawat yang memiliki suhu kritis yaitu 6 mm, sedangkan waktu sintering selama 30 jam dapat merubah fasa BPSCCO sehingga tidak terbentuk superkonduktor melainkan konduktor dan semikonduktor. Pada diameter 2,6 mm belum menjadi ukuran yang tepat pada pembentukan kawat superkonduktor.

 

The influence of sintering time and diameter on the formation of Bi-Pb-Sr-Ca-Cu-O superconducting wire with doped TiO2by silver (Ag) tube becomes important to be discussed because of the presence of critical temperature which is an essential condition in superconductors. In this research there are several steps must be done that is: material preparation, machine process, wire drawing and heat process. BPSCCO powder with dopant TiO2filled into silver (Ag) tube with calcination temperature at 820oC for 20 h, then rolling process to diameter 6 mm and 2,6 mm with sintering temperature at 850oC for 9 h and 30 h for each size of diameter by twice sintering process. The results showed that superconducting wire has a critical temperature at Tc onset = 99 K and Tc zero = 70 K. The time that very important on the formation of superconducting phase is sintering for 9 h and the diameter of the wire having a critical temperature is 6 mm. The sintering time during 30 h can change the phase of BPSCCO become conductor and semiconductor. The diameter of 2,6 mm has not become the correct size on the fabrication of superconducting wire.

 Keyword : Cryogenic, Critical Temperature, Superconducting wire, Sintering Time, TiO2

REFERENSI

Grivel, J-C, A Jeremie and R Fliikiger, 1995, The Influence Of Ti02 Additions On The Formation And The Superconducting Properties Of The (Bi, Pb)2Sr2Ca2Cu3O10-Y Phase. IOP Science

Jabur, Akram R. 2012. B2223 High Temperature Superconductor Wires In Silver Sheath, Filament Diameter Effect On Critical Temperature And Current Density. Energy Procedia 18 ( 254 – 264)

Liu, Hua Kun., Mihail lonescu., Yuan  Chang Guo,2001. Handbook of Advanced

Electronic and Photonic Materials and Devices, Volume 3: High Tc Superconductors and Organic Cond High Tc Superconductors and Organic Conductors, Academic Press. 71-90

Widodo, Henry, 2010, Nanokristalisasi Superkonduktor Bi2SrCa2Cu3O10+x dan Bi1.6Pb0.4Sr2Ca2Cu3O10+6 dengan Metode Kopresipitasi dan Pencampuran Basah, Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi TELAAH : LIPI Bandung


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  | eISSN 2355-8229 | email: jacps@unsyiah.ac.id | http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JAcPS |