PERBANDINGAN COLD PRESSOR TEST MAHASISWA DENGAN DAN TANPA RIWAYAT GENETIK HIPERTENSI

Maimun Syukri, Razi Suangkupon Siregar, Putri Irmayani

Abstract


ABSTRAK
Hipertensi terkait erat dengan peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis. Aktivitas simpatis dapat diuji
dengan cold pressor test (CPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan CPT mahasiswa
pria dengan riwayat genetik hipertensi (RGH (+)) dan tanpa riwayat genetik hipertensi (RGH (-)). Desain
penelitian ini adalah uji klinis acak. Selama CPT, tangan hingga sebatas pergelangan tangan dimasukkan dalam air es (4-5°C ) selama 1 menit. Empat puluh dua mahasiswa pria (18-21 tahun) dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok RGH (+) dan RGH (-). Tekanan darah (TD) dan denyut jantung (DJ) diukur sebelum, 30 detik setelah dan lima menit setelah CPT. Data dianalisis dengan uji t tidak berpasangan dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolik (TDD) yang bermakna sebelum CPT antara kedua grup. Tiga puluh detik setelah CPT, terdapat perbedaan TDS dan TDD yang bermakna antara kelompok RGH (+) yang dibandingkan dengan kelompok RGH (-). Lima menit setelah CPT, tidak terdapat perbedaan TDS yang bermakna, namun terdapat perbedaan TDD yang bermakna lima menit setelah CPT antara kedua grup . Di samping itu, tidak terdapat perbedaan DJ yang bermakna baik sebelum, 30 detik setelah dan lima menit setelah CPT antara kedua grup. Pemulihan TDS dan TDD terjadi dalam waktu lima menit. Keadaan ini menunjukkan bahwa CPT dapat digunakan sebagai metode deteksi dini hipertensi dengan mengukur TD.


Kata kunci: cold pressor test, hipertensi, tekanan darah.


ABSTRACT

Hypertension has been reported to be generally associated with sympathetic overactivity. Sympathetic overactivity can be tested by cold pressor test (CPT). The aim of study is to find out comparation of CPT between students with hypertensive parents (HP (+)) and without hypertensive parents (HP (-)). Methodology of study was randomized controlled trial. While CPT, hand immersion up to the wrist in the mixture of ice and water (4-5°C) for 1 minute. Forty-two male students (18-21 years old) were divided into two groups, as group HP (+) and HP (-). Blood pressure (BP) and heart rate (HR) were measured before, 30 seconds and five minutes after CPT. Data was analized by t independent test and t paired test. Result of research indicate that there was no significant difference in resting systolic blood pressure (SBP) and diastolic blood pressure (DBP) in both groups before CPT. Thirty seconds after CPT, there was significant difference in SBP and DBP in group HP (+) as compared to group HP (-). Five minutes after CPT, there was no significant difference in SBP, but there was significant difference in DBP between two groups. Besides, there were no significant difference in HR before, 30 seconds and five minutes after CP between two groups. Thereafter, SBP and DBP recovered back to baseline at five minutes after CPT. This finding may lead that CPT can be used as predictor of future development of hypertension by measuring BP.

Keywords : cold pressor test, hypertension, blood pressure.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INJ

IDEA NURSING JURNAL

ISSN (Print) : 2087-2879

ISSN (Online) : 2580-2445

Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala

Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh 23111,

Phone/Fax. Telp: +62651 7555249.

e-mail:idea.nursingjournal@gmail.com

  
Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.