HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN STRES PASIEN FRAKTUR DI RUMAH SAKIT

Nunung Febriany Sitepu

Abstract


ABSTRAK


Keluhan utama yang didapat dari sejumlah pasien fraktur adalah nyeri. Perilaku seseorang akan berubah apabila ia merasakan nyeri sehingga berdampak pada aktifitas sehari hari. Nyeri yang parah jika tidak segera diatasi akan berpengaruh pada peningkatan tekanan darah, takikardi, pupil melebar, diaphoresis dansekresi adrenal medulla sehingga menyebabkan stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan yang signifikan antara intensitas nyeri dengan stres pasien fraktur dengan menggunakan desain deskriptif korelasi. Pengambilan data dimulai pada bulan Februari sampai dengan April 2013 dengan jumlah responden 30 orang, metode pengumpulan data cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner Verbal Numerical Rating Scale (VNRS), dan kuesioner Patient Distress Checklist. Analisa data dengan menggunakan korelasi Product Moment Pearson’s (Pearson’s). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden memiliki intesitas nyeri yang sedang (73.3%) dan tingkat stres sedang (70 %), p Value = 0,007. Berdasarkan hal ini diharapkan pada saat pengkajian nyeri, sebaiknya perawat tidak hanya mengkaji nyeri yang dirasakan pasien, namun juga mengkaji faktor multidimensional nyeri terutama dimensi psikologis yang berdampak kepada stress. Diamping itu, perawat sebaiknya memperhatikan tingkat stres pasien yang mengalami nyeri kronik agar menghindari timbulnya penyakit lain akibat stres.|

Kata Kunci: fraktur, nyeri, stress


ABSTRACT

The main complaint derived from a patient's fracture is pain. Behavior will be change when felt pain so it can be impact to daily activities. Severe pain if not ne solved will affect the increase in blood pressure, tachycardia, dilated pupils, diaphoresis and secretion of adrenal medulla that cause stress. This study aims to identify the significant relationship between pain intensity with stress fractures using descriptiven correlation design. Data collection on February to April 2013, samples 30 people with methods crosssectional. The research instrument used in the form of questionnaires Verbal Numerical Rating Scale (VNRS), and Patient Distress Checklist questionnaire. Data analysis using Pearson's Product Moment correlation (Pearson's). The results showed that more than half of the respondents had moderate pain intensity (73.3%) and moderate stress levels (70%), P value = 0,007. Based on this case is expected at the time of assessment of pain, the nurse should assess not only the pain felt by the patient, but also examine the multidimensional factors, especially pain that affects the psychological dimension of stress. Beside, nurses should pay attention to stress levels of patients who experience chronic pain in order to avoid the onset of stress-related diseases.

Keywords: fracture, pain, stress


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INJ

IDEA NURSING JURNAL

ISSN (Print) : 2087-2879

ISSN (Online) : 2580-2445

Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala

Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh 23111,

Phone/Fax. Telp: +62651 7555249.

e-mail:idea.nursingjournal@gmail.com

  
Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.