HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI PADA IBU HAMIL

Darmawati Darmawati, Khiyurul Laila, Hajjul Kamil, Teuku Tahlil

Abstract


Anemia merupakan masalah kehamilan yang paling banyak terjadi di negara berkembang, terutama anemia defisiensi zat besi yang disebabkan oleh beberapa faktor risiko diantaranya sosial ekonomi, budaya, nutrisi, serta penyakit parasit seperti malaria. Umumnya, faktor sosial ekonomi menjadi masalah yang dihadapi negara berkembang, ditambah dengan opini masyarakat yang menganggap anemia merupakan kondisi yang wajar pada kehamilan sehingga hal tersebut berkontribusi terhadap tingginya prevalensi anemia selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi dengan prevalensi anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah correlation study dengan pendekatan cross sectional dengan responden sebanyak 116 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar kuesioner dan Hb meter. Analisa data menggunakan chi-square. Hasil pengumpulan data menunjukan prevalensi anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil sebanyak 22.4%. Ditemukan adanya hubungan antara faktor tingkat pendidikan dengan anemia (< 0.05) namun tidak terdapat hubungan antara penghasilan keluarga dan pekerjaan dengan anemia (> 0.05). Diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan program penyuluhan kesehatan serta meningkatkan pengetahuan melalui penyediaan media cetak berupa leaflet, booklet maupun media elektronik serta tindakan promotif dalam menghadapi masalah anemia defisiensi zat besi.

 

Kata kunci: kehamilan, sosial ekonomi, anemia defisiensi zat besi.

 

ABSTRACT

Anemia is the most common pregnancy problem in developing countries, especially iron deficiency anemia caused by several risk factors including socio-economic, cultural, nutritional, and parasitic diseases such as malaria. Generally, socio-economic factors become a problem in developing countries due to public opinion that considers anemia as a reasonable condition in pregnancy so that it contributes to the high prevalence of anemia during pregnancy. This study aims to determine the relationship of socio-economic factors between the prevalence of iron deficiency anemia in pregnant women in the Krueng Barona Jaya Community Health Center Working Area, Aceh Besar District. The research method used is a correlation study with a cross sectional approach with 116 respondents selected by purposive sampling method. Data collection techniques were carried out through questionnaire and Hb meters. Data analysis using chi-square. The results showed that the prevalence of iron deficiency anemia in pregnant women was 22.4%. It was found that there was an association between education level and anemia (<0.05) but there was no correlation between family income and occupation with anemia (> 0.05). It is expected that health workers can improve health education programs and increase knowledge through the provision of print media in the form of leaflets, booklets and electronic media as well as promotive actions in dealing with the problem of iron deficiency anemia.

 

Keywords: pregnancy, socioeconomic, iron deficiency anemia.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INJ

IDEA NURSING JURNAL

ISSN (Print) : 2087-2879

ISSN (Online) : 2580-2445

Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala

Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh 23111,

Phone/Fax. Telp: +62651 7555249.

e-mail: inj@unsyiah.ac.id

  
Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.